Urgensi Revitalisasi Tungku Nan Tigo Sajarangan
- 21 Agt 2026 19:22 WIB
- Bukittinggi
Oleh Prof. Masri Mansoer
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
RRI.CO.ID,Jakarta - Falsafah Tungku Nan Tigo Sajarangan, Tali Nan Tigo Sapilin dinilai masih sangat relevan dalam menata kehidupan masyarakat Minangkabau di tengah perubahan zaman. Namun, penerapan nilai tersebut dinilai saat ini belum sepenuhnya berjalan dalam kehidupan bermasyarakat maupun pemerintahan nagari. Falsafah Tungku Nan Tigo Sajarangan terdiri dari tiga unsur yang saling menopang, yakni Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai.
Ketiganya memiliki peran berbeda, tetapi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri dalam membangun kehidupan masyarakat. Ninik Mamak berperan sebagai pemangku adat dan mengurus persoalan pemerintahan nagari serta harta pusaka. Alim Ulama menjadi pemangku agama yang berkaitan dengan syarak dan pendidikan moral, sedangkan Cadiak Pandai berperan dalam pengembangan ilmu, pembangunan, serta wawasan masyarakat. Dalam realitas saat ini, nilai dan peran tiga unsur tersebut dinilai perlu direvitalisasi agar tidak sekadar menjadi bagian dari literasi dan simbol dalam berbagai seremoni adat. Revitalisasi dinilai penting untuk mengatasi krisis kepemimpinan dan nilai.

Pengambilan keputusan di tengah masyarakat maupun komunitas perantauan tidak jarang berlangsung secara sepihak. Kondisi tersebut dapat membuat adat, agama, dan pembangunan berjalan sendiri-sendiri. Dengan menghidupkan kembali semangat Tungku Nan Tigo Sajarangan, musyawarah diharapkan kembali menjadi fondasi utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Selain itu, revitalisasi juga diperlukan untuk menjaga identitas Minangkabau di tengah derasnya arus globalisasi.
Generasi muda yang banyak berinteraksi melalui media sosial dan hidup di berbagai daerah membutuhkan jangkar nilai agar tetap memiliki karakter Minangkabau, seperti semangat gotong royong, musyawarah, serta rasa malu berbuat salah.
Tiga unsur tersebut juga dinilai penting dalam menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks, mulai dari narkoba, judi daring, pernikahan dini hingga konflik tanah ulayat. Berbagai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya oleh satu unsur. Dibutuhkan kolaborasi Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai sehingga solusi yang dihasilkan dapat menyentuh aspek adat, agama, pendidikan, sosial, sekaligus pembangunan. Revitalisasi juga dipandang dapat memperkuat posisi nagari sebagai pemerintahan masyarakat Minangkabau.
Dengan pembagian peran yang jelas, hubungan antara unsur adat, agama, intelektual dan pemerintahan dapat berjalan lebih harmonis serta mendapatkan legitimasi dari masyarakat. Kembalikan Musyawarah Tiga Tungku Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengembalikan forum musyawarah tiga tungku secara rutin. Pertemuan dapat dilaksanakan setiap bulan di balai adat dengan melibatkan Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan pemuda. Setiap pertemuan diharapkan membahas persoalan konkret yang dihadapi nagari, seperti penanganan judi daring, penataan tanah ulayat, pengembangan UMKM maupun persoalan generasi muda. Keputusan yang dihasilkan hendaknya merupakan kesepakatan bersama, bukan keputusan sepihak.
Langkah berikutnya adalah memperkuat regenerasi dan sumber daya manusia masing-masing unsur. Ninik Mamak dapat membentuk sekolah adat bagi para penghulu muda dengan materi silsilah, hukum adat, manajemen konflik, administrasi serta hukum negara.
Sementara itu, Alim Ulama perlu diperkuat dengan kemampuan dakwah kontemporer, termasuk pemanfaatan media sosial serta pemahaman terhadap persoalan ekonomi syariah, narkoba dan persoalan sosial generasi muda. Cadiak Pandai juga dapat melibatkan akademisi, ASN, profesional dan pengusaha Minangkabau di rantau sebagai dewan pakar nagari. Mereka dapat berkontribusi melalui transfer ilmu, gagasan pembangunan dan pendampingan masyarakat. Hal yang tidak kalah penting adalah menyinkronkan adat, syarak dan aturan negara.
Salah satu bentuknya dapat dilakukan melalui penyusunan regulasi nagari yang mengakomodasi prinsip adat, ketentuan agama dan hukum nasional, khususnya dalam persoalan tanah ulayat. Peran Pendidikan dan Media Revitalisasi Tungku Nan Tigo Sajarangan juga perlu masuk ke dunia pendidikan dan media. Nilai-nilai budi pekerti Minangkabau tidak cukup hanya diajarkan melalui hafalan, tetapi perlu dipraktikkan melalui kegiatan musyawarah, gotong royong dan penyelesaian masalah bersama. Surau juga dapat menjadi ruang edukasi masyarakat dengan mengangkat persoalan aktual nagari dalam kegiatan keagamaan. Di sisi lain, media sosial dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan konten tentang adat dan budaya Minangkabau dengan pendekatan yang dekat dengan generasi muda.
Program tersebut membutuhkan dukungan anggaran dan kewenangan yang jelas agar tidak berhenti sebagai wacana. Pemerintah nagari dapat mengalokasikan dukungan untuk pembinaan adat, penguatan keagamaan dan peningkatan kapasitas pemuda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan revitalisasi tersebut, Tungku Nan Tigo Sajarangan diharapkan kembali menjadi kekuatan nyata dalam kehidupan masyarakat, bukan sekadar istilah yang diucapkan dalam berbagai seremoni. Falsafah tersebut pada hakikatnya menjaga keseimbangan antara adat, agama dan ilmu. Pembangunan tanpa moral berpotensi kehilangan arah, agama tanpa konteks sosial dapat menjadi kaku, sedangkan adat tanpa ilmu berisiko tertinggal oleh perkembangan zaman.
Karena itu, revitalisasi Tungku Nan Tigo Sajarangan dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga Minangkabau agar tetap memiliki otak, hati dan tulang punggung dalam menghadapi perubahan zaman. Upaya tersebut dinilai akan berjalan lebih optimal apabila didukung wadah serta kewenangan yang memadai.
Dalam konteks itu, gagasan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) dipandang sebagai salah satu cita-cita yang perlu diperjuangkan bersama dengan menyatukan seluruh potensi dan kekuatan masyarakat Minangkabau. Revitalisasi Tungku Nan Tigo Sajarangan diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga jati diri, memperkuat nagari dan memastikan nilai-nilai Minangkabau tetap hidup serta relevan bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....