Perpusnas RI Dorong Pustaka Mini Istana Bung Hatta Jadi Ruang Literasi Siswa

  • 10 Agt 2026 15:24 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Bukan sekadar mengunjungi bangunan bersejarah, lawatan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Prof. Endang Aminudin Aziz,M.A.Ph.D ke Kota Bukittinggi, Senin (10/8/2026), juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat literasi sejarah di tengah generasi muda.

Salah satu perhatian Prof. Endang saat mengunjungi Istana Bung Hatta Bukittinggi adalah keberadaan pustaka mini yang menyimpan berbagai koleksi dan referensi sejarah perjuangan bangsa, termasuk kisah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Di tengah kawasan bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan perjuangan bangsa tersebut, keberadaan pustaka mini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang edukasi yang lebih hidup.

Koleksi yang tersimpan memang tidak terlalu banyak. Namun, menurut Prof. Endang, jumlah bukanlah satu-satunya ukuran. Koleksi yang tersedia dinilai cukup lengkap dan memiliki nilai penting karena berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa.

Kehadiran Prof. Endang Aminudin Aziz disambut Koordinator Istana Bung Hatta Zulkarnain.,S.Sos bersama Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Jumaidi,M.Pd., dan Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi Leksi Hedrifa.,S.Kom.MM.

Pustaka Mini Jangan Hanya Jadi Tempat Menyimpan Buku

Menurut Prof. Endang, keberadaan pustaka mini tersebut perlu dioptimalkan. Salah satu caranya dengan menjadikan lokasi tersebut sebagai ruang belajar bagi siswa dan siswi.

Para pelajar dapat diundang untuk membaca koleksi buku yang tersedia, kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Dengan pola seperti itu, kunjungan ke Istana Bung Hatta tidak hanya menjadi wisata sejarah, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang memberikan pemahaman lebih mendalam tentang perjalanan bangsa.

Buku tidak cukup hanya disimpan. Buku harus dibaca, dipahami, kemudian didiskusikan.

Gagasan tersebut menjadi penting di tengah tantangan literasi generasi muda. Sejarah tidak boleh hanya hadir dalam buku pelajaran di ruang kelas, tetapi harus dapat ditemukan secara langsung di tempat-tempat yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia.

Istana Bung Hatta dapat menjadi salah satu ruang tersebut.

Pelajar yang datang tidak hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi juga dapat membuka buku, membaca perjalanan perjuangan PDRI, mengenal tokoh-tokoh bangsa, kemudian berdiskusi mengenai nilai patriotisme, kepemimpinan, persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Barcode hingga Buku Digital

Untuk mendukung pengelolaan pustaka mini agar lebih modern, Prof. Endang juga melihat perlunya pemanfaatan teknologi.

Koleksi buku dapat dilengkapi dengan barcode, sehingga pendataan maupun proses peminjaman buku dapat dilakukan secara lebih mudah dan tertata.

Selain koleksi fisik, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi juga dapat membantu menyediakan koleksi buku digital yang dibutuhkan.

Dengan demikian, pustaka mini Istana Bung Hatta tidak hanya memiliki kekuatan pada koleksi fisik, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi dan pola belajar generasi sekarang yang semakin akrab dengan perangkat digital.

Transformasi tersebut dapat membuat akses pengetahuan menjadi lebih luas sekaligus memperkuat fungsi pustaka sebagai pusat pembelajaran.

Sinergi Jadi Kunci

Ke depan, sinergi antara UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dengan pengelola pustaka mini Istana Bung Hatta diharapkan dapat semakin diperkuat.

Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui pengayaan koleksi, digitalisasi buku, kunjungan pelajar, diskusi sejarah, kegiatan literasi serta berbagai program edukatif lainnya.

Jika dikelola secara konsisten, pustaka mini tersebut berpotensi menjadi ruang literasi sejarah yang hidup di Kota Bukittinggi.

Sebuah ruang yang mempertemukan buku dengan pembacanya, sejarah dengan generasi muda, serta masa lalu dengan masa depan.

Sebab, mengenal sejarah bukan sekadar mengetahui apa yang pernah terjadi. Lebih dari itu, sejarah mengajarkan generasi muda tentang bagaimana bangsa ini diperjuangkan dan mengapa kemerdekaan harus terus dijaga.

Dari pustaka mini Istana Bung Hatta, semangat itu diharapkan kembali tumbuh. (JM/RRi BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....