Kementerian Agama RI Wujudkan Kepedulian bagi Yatim dan Disabilitas Se-Indonesia

  • 25 Jun 2026 08:57 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H / 2027 M secara serentak di seluruh Indonesia, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama RI itu diikuti secara daring oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi dengan mengusung tema "Satu Kesetaraan, Sejuta Harapan, Meraih Kebahagiaan: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat."

Di Kota Bukittinggi, sebanyak 30 anak yatim dan penyandang disabilitas menerima bantuan, terdiri dari siswa-siswi madrasah serta lima anak penyandang disabilitas. Penyerahan bantuan disaksikan langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan, M.Ag, didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Husnul Basyir, SE., M.E., Ketua BAZNAS Kota Bukittinggi Donny Syahputra, S.H.I. Tuanku Malano, para Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), serta jajaran Kemenag.

Dalam sambutannya secara nasional, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA mengatakan, peringatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang bertepatan dengan 10 Muharam menjadi momentum untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas sekaligus mengurangi beban hidup mereka.

"Jangan pernah memandang rendah penyandang disabilitas. Allah dapat menguji siapa saja. Di hadapan Allah, anak yatim maupun bukan yatim memiliki kedudukan yang sama," ujar Menteri Agama.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Bukittinggi Dr. H. Irwan, M.Ag menegaskan pihaknya berkomitmen menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas, terutama pada momentum 10 Muharam yang identik dengan kepedulian sosial.

"Kami ingin memastikan tidak ada air mata dan kesedihan di hari yang penuh berkah ini. Melalui kebersamaan dan saling berbagi, anak-anak dapat merasakan kasih sayang dari keluarga besar masyarakat. Momentum Asyura menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan berbagi kepada anak yatim dan penyandang disabilitas," ujarnya.

Irwan juga mengapresiasi dukungan BAZNAS Kota Bukittinggi serta Pemerintah Daerah yang terus bersinergi dalam menghadirkan program-program sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Salah seorang penerima bantuan, Hakimal Rusdan, penyandang disabilitas dengan gangguan perkembangan saraf, menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Meski memiliki keterbatasan, Hakimal mampu menghafal 30 juz Al-Qur'an secara otodidak.

Ayahnya, Amiruddin, mengungkapkan kemampuan putranya menghafal Al-Qur'an berkembang secara alami. Menurutnya, Hakimal hanya membaca sekilas atau mendengar potongan ayat, kemudian mampu mengingatnya dengan baik.

"Di rumah saya banyak menyediakan buku-buku bacaan yang dipinjam dari perpustakaan SLB di Garegeh. Kami berusaha memberikan pendampingan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan," katanya.

Amiruddin menuturkan kondisi anaknya telah diketahui sejak masih dalam kandungan. Meski dokter saat itu memperkirakan peluang kelahiran normal hanya sekitar 50 persen, keluarga tetap menerima dan merawat Hakimal dengan penuh kasih sayang hingga tumbuh menjadi hafiz Al-Qur'an.

Ketua BAZNAS Kota Bukittinggi, Donny Syahputra,S.H.I. Tuanku Malano, mengatakan kegiatan santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas merupakan program rutin yang terus dilaksanakan bersama Kementerian Agama.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan berasal dari zakat para muzaki sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, pengumpulan zakat di Kota Bukittinggi setiap tahun mencapai sekitar Rp. 2 hingga Rp. 3 miliar. Kami juga terus mengembangkan program infak dan sedekah seribu rupiah per hari yang menyasar sekolah-sekolah sesuai ketentuan syariah," ujar Donny

Ia berharap semakin banyak masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bukittinggi agar semakin banyak pula anak yatim, penyandang disabilitas, dan masyarakat kurang mampu yang dapat terbantu. (JM/RRI BKT)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....