DLH Bukittinggi Rekomendasikan Masyarakat Perihal Alternatif Penggunaan Wadah

  • 26 Mei 2026 09:45 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengimbau kepada seluruh masyarakat berpartisipasi aktif meminimalisir penggunaan wadah plastik dalam berkurban pada masa Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi Aldiasnur saat dihubungi RRI mengatakan, dengan meminimalisir penggunaan wadah plastik sejatinya diperlukan sebagai upaya menjaga keutuhan alam.

Dalam kesempatan Aldiasnur bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi merekomendasikan sejumlah upaya menjaga kelestarian lingkungan dalam masa berkurban. Sehingga menurut KadisLH Bukittinggi perlu diperingatkan kembali perihal langkah alternatif penggunaan wadah daging kurban yang bersifat lebih presentatif dan ramah lingkungan oleh Panitia Kurban hingga masyarakat penerima.

Selain itu, Aldiasnur menuturkan mulai saat ini para panitia kurban perlu memperhatikan aspek kelingkungan yang tepat dalam pembuangan sampah sisa berkurban yang bersifat organik dan mudah terurai. Sehingga tidak menimbulkan bau tidak sedap pasca beberapa hari berkurban dilakukan.

“Kita selalu mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik, terutama di momen-momen besok ya, kita melaksanakan ibadah kurban bagi umat muslim dapat mengurangi penggunaan wadah plastik. Dalam pembagian daging hewan kurban misalnya menggunakan wadah yang bisa dipakai berulang, atau wadah-wadah yang tidak terbuat dari plastik,” terang Aldiasnur, Selasa 26 Mei 2026.

“Karena semuanya itu berbentuk organik, dapat ditempatkan secara hati-hati bagi masyarakat kita. Misalnya sampah sisa berkurban itu dibuang di dalam lubang tanah dan ditutup kembali. Dan untuk limbah seperti darah hewan kurban, panitia bisa berkoordinasi dengan Damkar untuk membersihkan kembali lokasi-lokasi yang sebelumnya dimanfaatkan untuk kurban ini,” tutur Aldiasnur.

Meski demikian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi Aldiasnur memastikan sejumlah pengawas lingkungan hidup juga akan turun ke lapangan. Sehingga pelaksanaan berkurban dapat terlaksana sesuai aspek agama hingga kelingkungan yang tepat guna.

“Pengawasan terhadap proses kegiatan berkurban tidak hanya memperhatikan syariat Islam, namun juga memperhatikan dampak lingkungan sehat untuk warga setempat,” tutupnya. (ALW/RRI BKT)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....