BP2DIM-DARAM Bersinergi Wujudkan DIM, Bangun Islamic Centre
- 20 Apr 2026 15:54 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bogor -Momentum peresmian Kantor Pusat Dewan Pimpinan Pusat Da’i Rantau Minang (DPP DARAM) di Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi ajang memperkuat sinergi antar elemen masyarakat Minangkabau di ranah dan rantau. Ketua Umum Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM) se-Dunia, Masri Mansoer, bersama keluarga besar BP2DIM menghadiri langsung peresmian tersebut sekaligus menyampaikan dukungan terhadap penguatan peran DARAM bagi umat.
Dalam sambutannya, Masri Mansoer menyampaikan selamat atas diresmikannya kantor pusat DPP DARAM yang diharapkan menjadi pusat kegiatan, koordinasi, dan manajemen organisasi yang semakin memperkuat eksistensi DARAM di tengah umat, khususnya masyarakat Minangkabau.
Menurutnya, kehadiran kantor pusat ini bukan sekadar simbol kelembagaan, tetapi menjadi tonggak penting dalam memperluas khidmat dakwah dan pengabdian sosial organisasi. Ia berharap seluruh jajaran pengurus DPP DARAM dapat menyukseskan program kerja di setiap departemen dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP DARAM memaparkan salah satu program unggulan organisasi, yakni pencanangan pembangunan Islamic Centre Daram Internasional (ICDI) di atas lahan seluas 75 hektare. Proyek besar ini direncanakan mulai digarap pascaperesmian kantor pusat DPP DARAM dan diproyeksikan menjadi pusat pengembangan dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat bertaraf internasional.
Masri Mansoer juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian pengurus DARAM terhadap perjuangan BP2DIM dalam mewujudkan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) yang madani dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia menegaskan, perjuangan mewujudkan DIM membutuhkan dukungan kolektif seluruh unsur masyarakat Minang, baik di kampung halaman maupun di perantauan.
“Perjuangan ini memerlukan gerak bersama seluruh komponen, mulai dari Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, pemuda, hingga seluruh elemen masyarakat Minang, untuk bersama-sama mensosialisasikan dan memperjuangkan terwujudnya Daerah Istimewa Minangkabau,” ujarnya.
Sejumlah tokoh BP2DIM turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Iramady Irdja, Taswem Tarib, Herlina Hasan Basri, Elvira Naim, Guspardi Gaus, Eri Rusli, Anton Pratama, serta Firdaus Djalil.
Pada forum yang sama, Guspardi Gaus kembali menyoroti implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 yang dinilai belum diikuti langkah konkret melalui penerbitan peraturan daerah (Perda) sebagai turunan kebijakan.
Menurutnya, undang-undang tersebut memberikan ruang bagi Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk mengimplementasikan kekhasan falsafah Minangkabau, namun hingga memasuki empat tahun berjalan, belum ada perda yang dihasilkan sebagai bentuk penerapan regulasi tersebut.
Ia berharap Pemerintah Daerah Sumatera Barat segera melahirkan perda-perda yang relevan agar amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 dapat diwujudkan secara nyata.
Peresmian kantor pusat DPP DARAM ini pun dinilai menjadi momentum strategis memperkuat konsolidasi organisasi, memperbesar peran dakwah perantau Minang, sekaligus memperteguh dukungan terhadap agenda besar perjuangan Daerah Istimewa Minangkabau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....