Praja IPDN Dituntut Kuasai Digital, Pemimpin Berbasis Data

  • 18 Apr 2026 10:15 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Jakarta - Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri dituntut tidak hanya memiliki kedisiplinan dan ketegasan, tetapi juga kecakapan digital dalam menghadapi dinamika pemerintahan yang semakin kompleks. Hal ini disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini dalam kegiatan Stadium General Pembekalan Praja Utama Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus IPDN, Sumedang, Kamis (16/4/2026), tersebut menjadi momentum strategis bagi para calon wisudawan dan wisudawati dalam mempersiapkan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang adaptif dan inovatif.

Dalam arahannya, Menteri Rini menegaskan bahwa praja IPDN harus mampu membaca peluang teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, transformasi digital dalam birokrasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

“Praja masa kini tidak hanya dikenal karena disiplin dan ketegasannya, tetapi juga karena kecakapan digitalnya, kemampuannya memahami warga, dan kematangannya memimpin dengan data,” tegas Rini.

Ia merinci lima kompetensi digital utama yang wajib dimiliki praja IPDN. Pertama, kemampuan mengenali potensi digital dengan menganalisis kebutuhan teknologi di instansi pemerintahan.

Kedua, memahami karakteristik masyarakat sebagai pengguna layanan publik, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berorientasi pada kebutuhan warga.

Ketiga, kemampuan berkolaborasi secara iteratif, yakni terbuka terhadap kerja lintas sektor serta adaptif terhadap masukan publik.

Keempat, menjadi ASN yang dapat dipercaya (trustworthy) melalui pemahaman etika data, perlindungan privasi, dan keamanan siber.

Sementara itu, kompetensi kelima yang ditekankan adalah kemampuan memimpin berbasis data. Praja diharapkan mampu mengambil keputusan secara objektif berdasarkan bukti dan analisis, bukan sekadar intuisi.

Lebih lanjut, Menteri Rini mengakui bahwa lulusan IPDN memiliki keunggulan tersendiri, mulai dari karakter kepemimpinan yang kuat, disiplin tinggi, hingga pemahaman mendalam terhadap administrasi pemerintahan dan kondisi daerah.

Namun demikian, ia mengingatkan masih terdapat celah yang harus diperkuat, khususnya dalam penguasaan teknologi digital. “Kompetensi digital dan data belum merata.

Penguasaan AI, cloud, dan cybersecurity masih perlu diperkuat, sementara percepatan adaptasi teknologi dalam birokrasi tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Melalui pembekalan ini, Kementerian PANRB berharap para praja IPDN mampu menjadi motor penggerak reformasi birokrasi yang modern, responsif, dan berbasis teknologi di seluruh daerah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....