Praktisi GIS Sumbar: Kelanjutan Trase Tol Sicincin-Bukittinggi Menjadi Penting

  • 27 Mar 2026 14:30 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Kelanjutan trase Tol Sicincin-Bukittinggi sebagai solusi alternatif Jalur Rawan Lembah Anai sejatinya menjadi kebutuhan yang mendesak untuk direalisasikan di Sumatra Barat saat ini.

Hal ini disampaikan Praktisi Sistem Informasi Geografis (GIS) Sumatra Barat Timtim D. Purnasebta usai mengkaji fenomena kemacetan kronis yang terjadi di sepanjang jalan lintas Padang-Bukittinggi via Lembah Anai selama masa arus mudik hingga arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

Menurutnya, kemacetan di lokasi ini pada saat libur lebaran kemarin disinyalir dapat menimbulkan potensi longsor di kawasan lembah anai.

“Ini merupakan permasalahan klasik yang terus berulang di Jalur utama akses Kota Padang menuju Bukittinggi,” terang Timtim Purnasebta, Jumat 27 Maret 2026.

Praktisi GIS Sumatra Barat mengungkapkan, jalan tol yang sudah beroperasi hingga Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman belum mampu mengalihkan beban dari jalur rawan ini. Karena itu Timtim Purnasebta menilai keberlanjutan trase Tol Sicincin-Bukittinggi adalah suatu keharusan yang mutlak.

“Kelanjutan trase Tol Sicincin-Bukittinggi menjadi penting, bukan hanya untuk konektivitas, tapi sebagai strategi mengurangi ketergantungan pada jalur Lembah Anai yang memiliki kerentanan tinggi,” sambungnya.

Dengan demikian, Timtim Purnasebta mengungkapkan, apabila ragam jenis kendaraan terus berjalan di kawasan Lembah Anai tanpa mengedepankan solusi jalan alternatif yang tepat guna tersambung menuju Bukittinggi. Maka kemacetan dan tanah longsor akan menjadi siklus fenomena yang repetitif.

“Tanpa alternatif yang terhubung secara utuh, maka risiko kemacetan dan longsor akan terus terulang di jalur yang sama,” tutup Praktisi GIS Sumatra Barat. (ALW/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....