Tikus Bambu Hewan Pengerat Unik dan Bernilai Ekonomi
- 30 Des 2025 08:35 WIB
- Bukittinggi
KBRN,Bukittinggi: Tikus bambu adalah sebutan untuk beberapa jenis hewan pengerat dari genus Rhizomys yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan sebagian Tiongkok. Hewan ini dikenal karena kebiasaannya hidup di dalam tanah dan sangat bergantung pada tanaman bambu sebagai sumber makanan utama, terutama bagian akar dan tunas mudanya.
Tikus bambu memiliki tubuh relatif besar dibandingkan tikus rumah, dengan panjang tubuh sekitar 25–45 cm. Bulunya tebal, berwarna cokelat keabu-abuan, dan memiliki gigi seri yang kuat untuk menggali tanah serta menggerogoti akar bambu. Hewan ini hidup di liang bawah tanah yang kompleks, biasanya berada di daerah perbukitan, hutan bambu, atau perkebunan.
Tikus bambu bersifat nokturnal, artinya lebih aktif pada malam hari. Mereka cenderung hidup menyendiri dan mempertahankan wilayahnya. Karena jarang keluar ke permukaan, keberadaan tikus bambu sering diketahui dari gundukan tanah di sekitar lubang sarangnya.
Di beberapa daerah, tikus bambu dianggap sebagai hama karena dapat merusak tanaman. Namun, di sisi lain, hewan ini juga memiliki nilai ekonomi. Di beberapa negara Asia, tikus bambu dibudidayakan sebagai sumber pangan karena dagingnya dipercaya tinggi protein dan rendah lemak. Selain itu, kotorannya juga dimanfaatkan sebagai pupuk alami.
Tikus bambu adalah hewan unik dengan peran ganda dalam kehidupan manusia—sebagai hama sekaligus sumber daya. Dengan pengelolaan dan budidaya yang tepat, tikus bambu dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak keseimbangan lingkungan.
Sumber NHY
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....