Cerita Seru di Balik Daster, Fashion Ikonik Emak Emak
- 29 Apr 2025 19:03 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi:Siapa sangka, pakaian yang selama ini kita kenal sebagai seragam wajib emak-emak di rumah ternyata punya sejarah panjang yang mendunia? Ya, daster bukan sekadar baju longgar buat nyantai di rumah — dia adalah bukti bahwa kenyamanan dan budaya bisa berpadu jadi satu gaya hidup.
Awalnya, "daster" berasal dari kata “duster”, sejenis jubah panjang yang dipakai oleh koboi di Amerika pada abad ke-19. Fungsi utamanya? Melindungi pakaian dari debu saat naik kuda atau mobil terbuka di padang luas yang panas dan berdebu.
Menariknya, duster ini juga digunakan oleh perempuan pada awal abad ke-20 sebagai baju kerja rumah. Mereka butuh pakaian yang ringan, longgar, dan nggak ribet. Nah, dari sinilah lahir konsep awal baju rumahan yang praktis dan nyaman.
Saat masa kolonial, wanita Eropa yang tinggal di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) mulai menyesuaikan gaya berpakaiannya dengan iklim tropis. Gaun panjang, ringan, dan longgar jadi pilihan utama. Masyarakat lokal pun meniru, dan lahirlah daster versi Nusantara — lebih ringan, lebih warna-warni, dan lebih Indonesia banget!
Dari sini, daster jadi primadona ibu rumah tangga. Praktis, adem, murah meriah, dan... bisa dipakai dari pagi sampai malam!
Jangan salah, daster sekarang nggak lagi dipandang sebelah mata. Modelnya makin kece, dari yang klasik sampai yang modern, bahkan ada daster dengan potongan stylish yang bisa dipakai ke luar rumah.
Ada yang model vintage, sleeveless, ada juga yang pakai kancing dan kerah ala shirtdress. Bahannya? Mulai dari katun, rayon, hingga batik cap kelas atas.
Beberapa brand lokal bahkan menjadikan daster sebagai produk fashion unggulan. Ditambah lagi, tren media sosial yang sering memperlihatkan para selebriti dan influencer pakai daster, bikin baju ini makin naik kelas!
Menurut Dr. Ratna Surya, dosen antropologi dari Universitas Indonesia:
“Daster adalah simbol fleksibilitas perempuan Indonesia dalam beradaptasi. Ia mencerminkan budaya, peran domestik, hingga perubahan selera fashion yang terus berkembang.”
Daster bukan cuma kain dan jahitan. Ia adalah cerita tentang perempuan, kenyamanan, dan kebanggaan akan identitas lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....