Mengenal Sejarah Tari Piring, Perkembangan, Ciri Khas, dan Gerakannya
- 28 Okt 2024 08:36 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi : Apabila membahas tentang kesenian tradisional atau kesenian daerah, Sumatera Barat sebenarnya memiliki kesenian yang banyak dan penuh akan makna. Namun, ada satu kesenian daerah yang paling dikenal oleh masyarakat dan menjadi kebanggaan daerah yang berada di ujung pulang Sumatera itu. Dia adalah kesenian dari cabang seni tari, tari piring.
Sejarah tari piring sangat panjang dan memiliki arti yang mendalam bagi masyarakat Sumatera Barat. Tarian tradisional yang berasal dari Solok, Sumatera Barat ini menjadi salah satu identitas provinsi yang membanggakan. Sebab, pertunjukan tari ini kerap kali menjadi daya tarik daerah sebagai ajang untuk promosi pariwisata dan kebudayaan Indonesia.
Provinsi yang terkenal dengan kekayaan rempah-rempah pada kulinernya ini, menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat keragaman budaya yang sangat tinggi dibandingkan dengan daerah lain. Hal tersebut tercermin dalam beberapa hal, misalnya bahasa daerah, rumah adat, hingga tarian tradisional dan tarian adatnya.
Menjadi suatu representasi Sumatera Barat dari sekian banyaknya tarian daerah yang ada, tari piring menjadi kesenian yang sangat populer dan diminati oleh masyarakat Indonesia secara luas. Gerakan dan properti yang digunakan dalam tarian ini juga sangat khas, sehingga tak heran jika hal ini mengundang perhatian dari berbagai lapisan masyarakat, dari lokal hingga internasional.
Disebutkan, sejarah tari piring dimulai ketika Huriah Adam mempopulerkan tarian tradisional ini. Karena keunikan dan kesuksesannya menarik penonton, saat ini tari piring pun sering kali dipertunjukkan dalam acara penyambutan tamu kehormatan atau pembukaan upacara adat daerah. Bersama dengan tarian dari provinsi lain, seperti tari jaipong, tari saman, dan tari pendet, tari piring ini kerap mewakili Indonesia dalam ajang promosi pariwisata dan budaya nasional.
Tari piring sejatinya adalah sebuah tarian tradisional dari Minangkabau yang menampilkan atraksi penari saat bergerak dan menari dengan menggunakan atribut piring. Kemudian, para penari tersebut akan mulai mengayunkan piring yang berada di tangannya mengikuti pola gerakan yang cepat dan teratur.
Tarian itu dilakukan dalam waktu tertentu tanpa ada satu piring pun yang boleh terlepas dari tangannya. Dan untuk gerakannya, para penari biasanya akan mengambil dari langkah-langkah dalam silek atau silat khas Minangkabau. Tentu hal ini lah yang menambah nilai unik dari sebuah tarian tradisional.
( ALT/Pro4BKT/gramedia.com )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....