Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Rendang dan Kalio

  • 22 Jul 2024 15:46 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Sering dianggap sama, rendang dan kalio ternyata memiliki cukup banyak perbedaan. Meski sekilas terlihat mirip dengan rendang, ada perbedaan esensial antara keduanya. Para pecinta masakan Minang harus tahu beda kalio dan rendang.

Rendang dan kalio merupakan sajian masakan khas Sumatera Barat yang terbuat dari olahan daging, bumbu rempah, cabai, dan santan. Namun, masih terdapat kesalahpahaman pengertian rendang dan kalio, terutama pada masyarakat diluar Sumatera Barat. Ada salah kaprah antara orang Minang dan orang diluar Sumatera Barat terkhusus Jawa dalam memaknai sajian rendang dan kalio.

Lalu, Apa perbedaan antara rendang dan kalio?

1. Dari segi Istilah

Rendang adalah makanan khas Minangkabau yang berasal dari kata “Marandang”. Dalam bahasa Minang, kata tersebut berarti proses memasak yang menghilangkan air. Rendang daging merupakan salah satu kuliner Nusantara yang populer hingga ke luar negeri. Bahkan banyak yang mengklaim rendang sebagai makanan khas terenak. Dengan kata lain, arti kata yang disebut rendang adalah proses memasak.

Sementara, Kalio merupakan sebutan untuk jadi rendang yang masih melewati proses masak setengah jadi. Tidak heran jika kalio masih mengandung air serta santan.

2. Durasi memasak

Waktu yang dibutuhkan untuk memasak rendang antara 7 hingga 8 jam untuk memasak daging rendang hingga benar-benar kering tanpa adanya kuah. Di sisi lain, kalio bisa dianggap sebagai rendang setengah jadi. Kuahnya masih berwarna kecoklatan dan teksturnya belum sepadat rendang.

3. Proses memasak

Dalam memasak hidangan daging ini, terdapat tiga tahap. Tahap pertama, daging yang dimasak akan menjadi gulai, dengan kuah yang melimpah. Sedangkan tahap kedua adalah kalio, saat kuah berkurang dan mengental, tapi belum habis. Tahap terakhir adalah rendang, yang kuahnya sudah habis dan cairan yang tersisa adalah minyak.

4. Rasa, warna, dan tekstur

Terdapat perbedaan cukup jelas antara antara rendang dan kalio. Rendang akan berwarna lebih lebih gelap, yaitu berwarna merah gelap, cokelat tua, atau bahkan hitam dengan kuah yang kental dan berminyak. Sedangkan kalio akan berwarna lebih terang, biasanya cokelat terang. Dari teksturnya, kuah rendang akan cenderung lebih kering dengan daging yang tidak alot. Berbeda dengan kalio yang bertekstur lengket, basah, dan kuahnya encer, serta daging yang lebih alot. Rasa kalio yang lebih ringan menunjukkan kalau bumbu-bumbu yang digunakan pada kalio lebih sedikit dan tidak sebanyak pada rendang. Sedangkan rendang akan menggunakan bumbu yang lebih banyak macamnya dibandingkan dengan kalio.

5. Bahan dan bumbu

Masyarakat luar Minang memasak kalio dengan daging sapi atau kerbau. Sementara orang Minang asli terkadang memasak kalio dengan bahan lainnya, seperti bebek, telur, jeroan, jengkol atau daging sapi. Ada juga kalio ayam yang rasanya tak kalah jauh dengan rendang. Sedangkan rendang, sudah pasti menggunakan sapi atau kerbau.

Selain itu, bumbu memasak untuk kalio pun lebih sederhana, artinya rempah-rempah yang digunakan tidak selengkap rendang. Kalio hanya membutuhkan santan, cabai, duo bawang, kemiri, lengkuas, jahe, garam, dan gula merah.

Hal ini jelas berbeda dengan resep rendang Minang yang menggunakan bumbu rempah lebih lengkap. Inilah yang membuat cita rasa rendang sangat khas. (SG)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....