Cita rasa unik sebuah kopi

  • 06 Okt 2026 11:52 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi – Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kopi utama di Asia, dengan Provinsi Aceh sebagai salah satu daerah penghasil terbesarnya. Selain varian Arabika dan Robusta yang populer di warung-warung kopi, terdapat jenis kopi Liberika yang kini kembali diminati para pecinta kopi Nusantara.

Kopi Liberika pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-19 semasa kolonial Belanda dari Afrika. Salah satu wilayah di Aceh yang menjadi habitat tumbuh kopi varian ini adalah Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Berada di ketinggian 600 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan pegunungan Tangse menyediakan kondisi geografis ideal bagi pertumbuhan kopi Liberika yang optimal pada ketinggian 700 hingga 800 mdpl.

Masyarakat lokal Tangse kerap menyebut kopi Liberika sebagai "kopi panah" atau kopi nangka. Penamaan tersebut merujuk pada karakter cita rasanya yang unik serta aroma khas menyerupai buah nangka.

Kombinasi tanah vulkanis yang subur dan udara sejuk pegunungan di Tangse membentuk profil rasa kopi yang kompleks. Selain Liberika, kawasan Tangse juga menghasilkan varian Arabika yang dikenal dengan tingkat keasaman bersih serta aroma buah dan rempah yang khas. (ELB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....