Makanan tradisional Minangkabau
- 19 Agt 2026 21:42 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi; Minangkabau kaya akan makanan tradisioanal. Namun semakin berkembangnya zaman dan banyaknya makanan asing menjadikan makanan tradisional Minangkabau yang sangat lezat sudah sangat jarang ditemukan, bahkan sebagaian orang menyebutnya sudah hampir hilang dan terabaikan tidak ada peminatnya. Menu yang tersaji pun merupakan resep dari generasi ke generasi yang sudah ada sejak nenek moyang asli urang awak.
Diantara makanan tradisional Minangkabau yang mulai langka dan menjadi makanan legendaris yaitu, Dadiah adalah makanan dari susu kerbau yang dipermentasi secara alami di dalam buluh atau ruas batang bambu, Lompong sagu adalah makanan yang terbuat dari tepung sagu yang dibuat dengan cara dipanggang, Pinyaram adalah makanan yang tersaji saat acara tertentu, Kacimuih adalah makanan yang gurih berasal dari parutan kelapa dan ditaburi gula, Lapek Sagan atau dengan nama lainnya ( Limpiang ), Bubur kampiun adalah campuaran aneka kolak yang lezat, Sarang Balam adalah makanan dari ubi kuning yang diparut.
Pada zaman dahulunya masyarakat Minangkabau memasak menggunakan Tungku kayu bakar ( Tungkku ) dengan tiga batu yang tersusun ( Tigo Sajaranagan ) dan memakai alat tradisional dari tanah liat seperti balango. Perapian dari tiga buah batu atau tungku tanah liat melambangkan keutuhan unsur adat, pemangku adat, dan ulama. Periuk atau belango yang digunakan untuk memasak makanan khas tradisional Minangkabau akan semakin terasa lebih enak dan nikmatnya, bahkan akan lebih terasa khas dan gurih.
Sedangkan untuk kayu bakarnya mengandalkan kayu kering tertentu untuk menjaga kestabilan panas api dan menghasilkan aroma asap khas pada maskan tersebut. Tehknik memasak maskan khas tradisional ini tergantung pada cara mengolah makanan itu sendiri dengan menggunakan metode warisan leluhur dan alami.
Diantara alat memasak tradisional yaitu, Tungku api ( Hawu ) yang terbuat dari tanah liat, kemudian Cobek dan Ulekan, batu untuk menghaluskan bumbu, Dandang dan Kukusan Bambu untuk menanak nasi, Anglo berbahan arang, serta periuk dan kuali tanah liat. adalah alat memasak tradisional yang dipergunakan betul betul menyentuh rasa di lidah akan ke khasan trasional Minangkabau.
ELB
Sumber berita; https://minangsatu.com
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....