Cirik Karambia, Olahan Tradisional Minangkabau
- 16 Jul 2026 08:38 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Agam – Cirik Karambia merupakan salah satu olahan tradisional masyarakat Minangkabau yang berasal dari ampas santan kelapa setelah proses pembuatan minyak tanak atau minyak kelapa.
Meski berasal dari sisa pengolahan santan, makanan ini memiliki cita rasa khas dan dulunya menjadi salah satu hidangan pendamping nasi yang cukup digemari masyarakat.
Proses pembuatan Cirik Karambia dimulai dengan memasak santan kelapa menggunakan tungku kayu. Santan harus terus diaduk agar tidak menempel pada wajan dan menghasilkan minyak yang lebih banyak.
Dalam tradisi masyarakat dahulu, sebelum proses memasak dimulai, sering dibacakan pantun sebagai bagian dari kebiasaan turun-temurun. Santan kemudian dimasak dengan api besar selama kurang lebih satu jam hingga minyak mulai terpisah.
Setelah santan mengering dan menghasilkan ampas berwarna kecoklatan yang disebut Cirik Karambia, api kemudian dikecilkan dan proses pengadukan dilanjutkan hingga ampas matang sempurna. Setelah minyak disaring, ampas tersebut dapat langsung dikonsumsi.
Cirik Karambia memiliki rasa manis dan biasanya disantap bersama nasi dengan tambahan sedikit garam. Minyak tanak yang dihasilkan juga sering digunakan sebagai campuran sambalado hijau maupun sambalado merah, bahkan nikmat dipadukan dengan lauk seperti jengkol.
Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan Cirik Karambia tidak hanya sebatas sebagai lauk pendamping nasi. Masyarakat kini juga mulai mengolah ampas kelapa tersebut sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kue dan berbagai makanan ringan.
Keberadaan Cirik Karambia menjadi bukti kreativitas masyarakat Minangkabau dalam mengolah bahan sederhana sekaligus menjaga warisan kuliner tradisional agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya. (ER/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....