Bareh Randang Cemilan Tradisional Bernilai Tinggi

  • 28 Jun 2026 22:08 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bareh randang berasal dari kawasan Darek (wilayah pedalaman Minangkabau), tepatnya dari Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Cemilan tradisional ini diciptakan sebagai sajian bernilai tinggi untuk untuk upacara adat dan hidangan menyambut tamu.

Mendengar sekilas namanya, orang akan mengira kudapan yang satu ini adalah rendang. Namun begitu melihat wujudnya ternyata jauh dari perkiraan. Alih alih memiliki rasa seperti rendang ternyata memiliki citarasa manis dan bahkan wujudnya pun sama sekali tidak mirip dengan rendang.

Secara etimologi, penamaan bareh rendang mengacu pada bahan pokok dan proses pembuatannya. bareh dalam bahasa Minangkabau memiliki makna beras, sedangkan rendang dapat di artikan proses menyangrai.

Jadi yang dimaksud dalam hal ini adalah, secara harfiah, bareh randang dapat di artikan sebagai olahan berbahan dasar beras yang di sangrai bersamaan dengan rempah dan bumbu lainnya. Beras rendang atau bareh randang, dalam bahas Minangkabau, terbuat dari beras ketan yang di sangrai.

Kudapan manis khas kawasan Luhak Limapuluah, Payakumbuh,Sumatra Barat ini adalah merupakan warisan budaya kuliner yang turuntemurun masyarakat Minangkabau sjak zaman dahulu. Secara historis, sejarah bareh randang berkaitan dengan tradisi kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan alat tradisional seperti kincir air (kincia aia) untuk menumbuk tepung beras ketan tersebut secara masal.

Jika anda berkunjung ke payakumbuh, Sumatra Barat jangan lupa untuk membeli oleh oleh bareh randang ini. Bareh randang (beras rendang) memiliki tekstur yang sedikit lembek, berwarna putih dan berbentuk potongan kecil. Rasanya yang manis dan legit membuat kita untuk mencoba dan mencoba, apalagi untuk oleh oleh atau sebagai buah tangan. (ELB/YPA)

Sumber berita : indonesia.com

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....