Dadiah, Fermentasi Khas Minangkabau Kaya Bakteri Baik
- 08 Jun 2026 10:29 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Dadiah, makanan fermentasi tradisional khas Minangkabau yang terbuat dari susu kerbau, tidak hanya dikenal karena cita rasanya yang khas, tetapi juga karena kandungan bakteri baik atau probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa dadiah mengandung Bakteri Asam Laktat (BAL) yang berperan penting dalam proses fermentasi sekaligus memberikan manfaat kesehatan. Bakteri-bakteri tersebut berasal secara alami dari susu kerbau segar serta mikroorganisme yang hidup pada dinding bambu yang digunakan sebagai wadah fermentasi.
Di antara jenis bakteri yang paling dominan ditemukan dalam dadiah adalah Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus casei. Kedua bakteri ini dikenal sebagai probiotik yang mampu membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam saluran pencernaan.
Selain itu, para peneliti juga menemukan sejumlah bakteri baik lainnya dalam dadiah, seperti Enterococcus faecium, Lactococcus lactis, dan Leuconostoc paramesenteroides. Keberagaman mikroorganisme tersebut menjadikan dadiah sebagai salah satu pangan fermentasi tradisional yang memiliki nilai fungsional tinggi.
Menurut berbagai hasil penelitian, bakteri asam laktat yang terkandung dalam dadiah memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dengan menghambat pertumbuhan bakteri patogen penyebab gangguan usus dan diare.
Selain itu, kandungan probiotik dalam dadiah juga diketahui dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Konsumsi pangan yang mengandung bakteri baik secara rutin dinilai mampu mendukung daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Manfaat lain yang juga banyak diteliti adalah kemampuannya dalam membantu mengendalikan kadar kolesterol darah. Dengan menjaga keseimbangan mikrobiota usus, bakteri probiotik dalam dadiah berpotensi mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa jenis bakteri tertentu yang terdapat dalam dadiah dapat membantu menekan reaksi alergi, terutama pada anak-anak. Temuan ini semakin memperkuat potensi dadiah sebagai pangan tradisional yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
Sebagai warisan kuliner Minangkabau, dadiah kini semakin mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan peneliti karena kandungan probiotiknya yang beragam. Keberadaan bakteri baik tersebut menjadikan dadiah tidak sekadar makanan tradisional, tetapi juga salah satu sumber pangan fungsional yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh secara alami.(ER)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....