Sejarah Susu Formula,"Dari Kebutuhan hingga Menjadi Bagian Kehidupan Modern"

  • 25 Mei 2026 14:06 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Susu formula kini menjadi salah satu produk yang sangat akrab di kehidupan keluarga modern. Banyak orang tua menggunakannya sebagai pendamping atau pengganti ASI dalam kondisi tertentu. Namun, di balik kemasannya yang praktis, susu formula memiliki sejarah panjang yang menarik untuk diketahui.

Sebelum adanya susu formula, bayi yang tidak mendapatkan ASI biasanya diberi susu hewan seperti susu kambing atau susu sapi. Pada masa itu, pilihan sangat terbatas dan pengetahuan tentang nutrisi bayi belum berkembang seperti sekarang. Akibatnya, banyak bayi mengalami masalah kesehatan karena kebutuhan gizinya tidak terpenuhi dengan baik.

Memasuki abad ke-19, para ilmuwan mulai mencoba menciptakan alternatif ASI yang lebih aman. Salah satu pelopor susu formula adalah seorang ahli kimia asal Jerman bernama Justus von Liebig. Pada tahun 1860-an, ia mengembangkan formula bayi berbahan dasar susu sapi, tepung gandum, malt, dan kalium bikarbonat. Produk ini menjadi salah satu susu formula komersial pertama di dunia.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, susu formula terus mengalami perubahan. Pada awal abad ke-20, produsen mulai memperhatikan kandungan protein, vitamin, dan mineral agar lebih mendekati nutrisi ASI. Teknologi pengolahan susu pun semakin modern sehingga produk menjadi lebih higienis dan tahan lama.

Di era modern, susu formula hadir dalam berbagai jenis, mulai dari formula untuk bayi baru lahir, susu khusus alergi, hingga formula untuk kebutuhan medis tertentu. Perusahaan-perusahaan besar terus melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas produknya.

Meski begitu, para ahli kesehatan tetap menekankan bahwa ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi. Susu formula umumnya digunakan ketika ibu mengalami kondisi tertentu yang membuat pemberian ASI tidak memungkinkan atau membutuhkan pendamping tambahan.

Menariknya, perkembangan susu formula juga mencerminkan perubahan gaya hidup manusia. Jika dahulu proses memberi makan bayi sangat bergantung pada keluarga dan lingkungan sekitar, kini teknologi pangan ikut berperan besar dalam mendukung kebutuhan nutrisi anak.

Dari sebuah eksperimen sederhana di abad ke-19 hingga menjadi produk modern yang digunakan di seluruh dunia, susu formula menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan terus berkembang untuk membantu kehidupan manusia. (DKA/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....