Lamang Tapai: Tradisi Kuliner di Hari Istimewa

  • 21 Mei 2026 05:33 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Lamang Tapai merupakan kuliner tradisional Minangkabau yang sering hadir pada momen spesial. Hidangan ini memadukan lamang dan tapai ketan hitam.

Lamang terbuat dari beras ketan yang dimasak dalam bambu. Proses pembakaran memberi aroma khas yang menggugah selera.

Tapai menjadi pelengkap yang menghadirkan rasa manis dan sedikit asam. Perpaduannya menciptakan cita rasa unik dan seimbang.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Lamang Tapai memiliki nilai budaya tinggi. “Hidangan ini erat dengan tradisi dan kebersamaan masyarakat,” tulis Kemendikbud.

Lamang Tapai biasanya disajikan saat perayaan keagamaan dan acara adat. Hidangan ini menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Menurut Kompas.com, Lamang Tapai menjadi kuliner khas yang tetap lestari hingga kini. “Tradisi penyajiannya diwariskan secara turun-temurun,” tulis Kompas.

Proses pembuatan lamang membutuhkan ketelatenan dan waktu yang cukup lama. Hal ini menunjukkan kesabaran dalam menjaga tradisi kuliner.

Kini Lamang Tapai juga dapat ditemukan di berbagai pasar tradisional. Popularitasnya tetap bertahan di tengah modernisasi makanan.

Keberadaan Lamang Tapai mencerminkan kekayaan budaya Minangkabau. Hidangan ini terus dijaga sebagai warisan kuliner berharga. (APS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....