Keunikan Bika Batu Bulek, Kue Jumbo Khas Lintau
- 08 Mei 2026 16:19 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar – Kuliner tradisional Minangkabau terus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat lokal. Salah satunya adalah Bika Batu Bulek, kue tradisional khas Nagari Batu Bulek, Lintau, Kabupaten Tanah Datar, yang memiliki ukuran jumbo dan cita rasa khas.
Bagi masyarakat Lintau, bika ini bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga bagian dari tradisi turun-temurun. Kue tersebut kerap disajikan saat musim panen dan biasanya disantap bersama bubur kacang padi atau kacang hijau, menambah cita rasa manis dan gurih yang khas.
Bika Batu Bulek berbentuk bulat menyerupai apem dengan tekstur lembut dan aroma harum. Kue ini dibuat dari campuran tepung beras, gula pasir, gula aren, garam, ragi, serta vanili, kemudian dimasak dengan cara dikukus.
Keunikan utama kuliner ini terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional. Tepung beras yang digunakan ditumbuk secara manual menggunakan alat tumbuk batu yang digerakkan tenaga kincir air. Cara tersebut menghasilkan tekstur tepung yang berbeda dan menjadi ciri khas Bika Batu Bulek.
Selain itu, warna bika umumnya merah muda atau cokelat dari gula aren alami. Masyarakat setempat juga masih menggunakan bahan pewarna alami seperti kunyit dan gula aren untuk menjaga cita rasa tradisional.
Pada hari pasar di kawasan Lintau, Bika Batu Bulek menjadi salah satu jajanan yang banyak dicari pembeli. Kue ini biasanya dibungkus menggunakan daun pisang sehingga menambah aroma alami dan mempertahankan kesan tradisionalnya.
Masyarakat setempat menyebut, Bika Batu Bulek memiliki perbedaan dengan jenis bika dari daerah lain di Sumatera Barat, seperti bika dari Padang Panjang. Perbedaan tersebut terletak pada metode pengolahan, di mana Bika Batu Bulek dimasak dengan cara dikukus sehingga menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan padat.
Di tengah maraknya makanan modern, keberadaan Bika Batu Bulek tetap bertahan sebagai salah satu warisan kuliner Minangkabau yang terus dijaga oleh masyarakat Nagari Batu Bulek dan Lintau. (ER/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....