Waspada Siomay Sapu-Sapu, Begini Cara Mengenalinya
- 21 Apr 2026 13:49 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Siomay yang selama ini dianggap camilan aman ternyata menyimpan isu yang membuat banyak orang mulai waspada. Belakangan, muncul kembali kekhawatiran soal penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan campuran siomay di pasaran.
Fenomena ini bukan hal baru, karena isu serupa pernah viral sejak awal tahun 2010-an di berbagai media sosial. Namun, kekhawatiran itu kembali mencuat setelah beredar video dugaan praktik pencampuran bahan ikan tidak layak konsumsi.
Ikan sapu-sapu menjadi sorotan karena harganya jauh lebih murah dibanding ikan tenggiri yang biasa digunakan pedagang. Perbedaan harga ini diduga menjadi alasan sebagian oknum mencampurkan bahan tersebut demi meningkatkan keuntungan penjualan.
Dari sisi tampilan, siomay berbahan campuran ini sering terlihat lebih gelap dan tidak secerah siomay ikan berkualitas baik. Warna yang terlalu pucat atau terlalu gelap sama sama bisa menjadi tanda bahwa bahan yang digunakan tidak wajar.
Selain warna, aroma juga menjadi indikator penting yang bisa dikenali langsung oleh konsumen saat membeli siomay di lapangan. Siomay yang tidak segar biasanya memiliki bau amis menyengat disertai aroma asing yang tidak biasa pada makanan ikan.
Faktor harga juga sering menjadi petunjuk awal, karena siomay terlalu murah patut dicurigai berasal dari bahan tidak standar. Perbedaan biaya bahan baku ikan membuat selisih harga sangat signifikan antara produk asli dan produk campuran di pasaran.
Meski begitu, tidak semua ikan sapu-sapu berbahaya, namun kondisi lingkungan tempat hidupnya menjadi faktor yang sangat menentukan. Ikan yang hidup di sungai tercemar berpotensi mengandung logam berat yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia.
Pada akhirnya, konsumen diimbau lebih teliti dalam memilih makanan agar tidak salah mengonsumsi produk yang merugikan kesehatan. Kesadaran ini penting agar masyarakat tetap bisa menikmati jajanan favorit tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan sehari hari. (AS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....