Fenomena Makanan Estetik, Apakah Visual Lebih Penting dari Rasa?

  • 12 Apr 2026 13:02 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Fenomena makanan estetik semakin merajai dunia kuliner, terutama di era media sosial yang serba visual. Platform seperti TikTok dan Instagram membuat tampilan makanan jadi faktor utama yang menarik perhatian.

Kini, banyak orang rela antre panjang hanya demi mencicipi makanan yang “instagramable”. Bahkan, tidak sedikit yang membeli makanan hanya untuk difoto tanpa benar-benar menikmati rasanya.

Makanan dengan warna cerah, plating unik, dan konsep lucu sering kali lebih cepat viral dibanding makanan biasa. Hal ini menunjukkan bahwa visual memiliki kekuatan besar dalam memengaruhi minat konsumen. Namun, di balik tampilannya yang memukau, muncul pertanyaan penting: apakah rasa masih menjadi prioritas? Banyak orang mulai menyadari bahwa tidak semua makanan cantik memiliki cita rasa yang memuaskan.

Fenomena ini menciptakan dua tipe konsumen, yaitu mereka yang mengejar pengalaman visual dan mereka yang tetap setia pada rasa. Keduanya memiliki sudut pandang berbeda dalam menikmati kuliner di era modern. Di sisi lain, tren makanan estetik juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha kuliner. Kreativitas dalam penyajian menjadi nilai tambah yang bisa meningkatkan daya jual produk.

Meski begitu, mengandalkan tampilan saja bukanlah strategi jangka panjang yang bijak. Konsumen akan kembali hanya jika rasa yang ditawarkan mampu meninggalkan kesan mendalam.

Keseimbangan antara visual dan rasa adalah kunci utama dalam dunia kuliner. Makanan yang tidak hanya cantik dipandang tetapi juga lezat dinikmati akan selalu punya tempat di hati para penikmatnya. (SG/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....