Baluik Kariang, Kuliner Khas Minangkabau yang Tahan Lama
- 05 Apr 2026 13:10 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Baluik kariang atau belut kering menjadi salah satu kuliner khas Minangkabau yang memiliki cita rasa unik sekaligus daya simpan yang lama. Makanan tradisional ini diolah dari belut yang telah dibersihkan lendirnya, kemudian dibakar atau dikeringkan secara tradisional hingga bertekstur garing.
Proses pengeringan tersebut tidak hanya membuat baluik kariang lebih tahan lama, tetapi juga menghadirkan aroma khas, terutama jika dilakukan dengan metode pengasapan. Karena keunikannya, baluik kariang kerap dijadikan oleh-oleh khas dari Sumatera Barat.
Dalam penyajiannya, baluik kariang biasanya diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Di antaranya yang paling populer adalah baluik kariang lado ijau (cabai hijau) dan baluik kariang lado sirah (cabai merah). Kedua varian ini dikenal memiliki perpaduan rasa gurih, pedas, dan khas Minangkabau.
Untuk menambah cita rasa dan tekstur, masakan baluik kariang sering dipadukan dengan bahan pelengkap seperti kentang goreng, petai, maupun jengkol. Kombinasi ini menjadikan hidangan semakin kaya rasa dan diminati oleh masyarakat.
Berbeda dengan baluik goreng dari belut segar, baluik kariang memiliki tekstur yang lebih renyah dan kering. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner tradisional.
Saat ini, baluik kariang tidak hanya dapat dinikmati di sejumlah rumah makan khas Minangkabau, tetapi juga mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional di Sumatera Barat. Biasanya dijual dalam bentuk ikatan atau tumpukan kering, sehingga praktis dibawa sebagai buah tangan.
Keberadaan baluik kariang menjadi salah satu bukti kekayaan kuliner tradisional Minangkabau yang terus bertahan dan digemari hingga kini. (ER/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....