Kenapa Tom Yam Selalu Bikin Nagih? Ini Ceritanya!

  • 31 Mar 2026 13:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kalau bicara soal makanan yang langsung “nendang” di lidah, Tom Yum Goong pasti masuk daftar teratas. Rasanya segar, asam, pedas, dan hangat di waktu yang sama. Tapi di balik semangkuk Tom Yam yang kita nikmati hari ini, ternyata ada cerita sederhana yang berawal dari kehidupan sehari-hari masyarakat Thailand.

Dulu, Tom Yam bukan makanan restoran atau menu mewah seperti sekarang. Justru sebaliknya—ia lahir dari dapur rumahan. Masyarakat di sekitar sungai, terutama di wilayah tengah Thailand, terbiasa mengolah hasil tangkapan mereka seperti ikan atau udang menjadi sup hangat. Bahannya pun sederhana, diambil dari alam sekitar: serai, daun jeruk, lengkuas, cabai, dan perasan jeruk nipis.

Nama “Tom Yam” sendiri sebenarnya cukup menggambarkan cara membuatnya. “Tom” berarti merebus, sementara “Yam” merujuk pada rasa campur yang asam dan pedas. Jadi, sejak awal, Tom Yam memang dirancang untuk punya rasa yang “hidup”—tidak datar, tapi penuh karakter di setiap suapan.

Yang menarik, dulu Tom Yam bukan cuma soal rasa. Banyak orang percaya bumbu-bumbu di dalamnya punya manfaat untuk tubuh. Hangatnya kuah, ditambah rempah-rempah segar, sering dijadikan pilihan untuk menjaga kesehatan atau sekadar menghangatkan badan setelah seharian beraktivitas.

Seiring waktu, resep Tom Yam berkembang. Salah satu yang paling terkenal adalah versi udang, yang kita kenal sekarang. Udang memberi rasa gurih alami yang membuat kuahnya semakin kaya. Dari sinilah Tom Yam mulai naik “kelas”—dari makanan rumahan menjadi hidangan yang disajikan di restoran.

Ketika pariwisata Thailand mulai berkembang, Tom Yam ikut “jalan-jalan” ke berbagai negara. Banyak orang yang jatuh cinta pada rasa uniknya—berani, segar, dan berbeda dari sup pada umumnya. Perlahan, Tom Yam pun dikenal sebagai salah satu wajah kuliner Thailand di dunia.

Meski sudah mendunia, ada satu hal yang tetap sama: karakter rasanya. Tom Yam tidak pernah setengah-setengah. Ia selalu kuat, selalu berani, dan justru di situlah daya tariknya. Sekali coba, biasanya sulit dilupakan.

Pada akhirnya, Tom Yam bukan hanya soal makanan. Ia adalah cerita tentang bagaimana sesuatu yang sederhana dari dapur kecil di pinggir sungai bisa tumbuh, dikenal, dan dicintai banyak orang di seluruh dunia. (DEP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....