Kenapa Disebut “Overnight”?, Ini Fakta Menarik di Baliknya
- 23 Feb 2026 11:15 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Overnight oatmeal atau overnight oats semakin populer sebagai pilihan sarapan sehat dan praktis. Banyak orang menyukainya karena tidak perlu dimasak dan bisa langsung disantap keesokan pagi. Tapi pernahkah terpikir, kenapa disebut “overnight”? Apa sebenarnya yang terjadi ketika oat direndam semalaman?
Ternyata, ada cerita dan alasan ilmiah menarik di balik metode sederhana ini.
Konsep merendam oat sebenarnya bukan hal baru. Tradisi ini sudah lama dikenal di Eropa, khususnya melalui hidangan bernama Bircher muesli, yang diperkenalkan oleh dokter asal Swiss, Maximilian Bircher-Benner, pada awal abad ke-20.
Ia percaya bahwa makanan mentah yang direndam, termasuk oat, lebih mudah dicerna dan lebih bernutrisi. Dalam resep aslinya, oat direndam semalaman dengan susu atau air, lalu dicampur buah dan kacang. Konsep inilah yang kemudian berkembang menjadi overnight oatmeal modern yang kita kenal sekarang.
Kenapa Harus Direndam Semalaman?
Kata “overnight” berarti “semalaman”. Oat direndam selama kurang lebih 6–8 jam agar menyerap cairan dengan sempurna. Proses ini membuat teksturnya berubah secara alami tanpa perlu dimasak.
Saat oat direndam, butiran oat menyerap susu atau cairan lainnya dan menjadi lebih lembut. Proses ini juga membantu memecah sebagian pati dan mengurangi zat antinutrisi seperti asam fitat, sehingga oat lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Hasilnya? Tekstur creamy, lembut, dan nyaman di perut.
Apa Bedanya dengan Oat yang Dimasak?
Oat yang dimasak biasanya dipanaskan di atas kompor atau microwave. Sementara overnight oatmeal hanya mengandalkan waktu dan proses hidrasi alami.
Karena tidak terkena panas tinggi, beberapa orang percaya metode ini membantu mempertahankan kandungan nutrisi tertentu. Selain itu, teksturnya cenderung lebih padat dan kenyal dibanding oatmeal panas yang lebih lembek.
Bagi yang tidak punya banyak waktu di pagi hari, metode ini jelas lebih praktis. Cukup siapkan malam sebelumnya, simpan di kulkas, dan sarapan siap dinikmati saat bangun.
Mengapa Teksturnya Bisa Lebih Lembut?
Oat mengandung serat larut bernama beta-glukan. Ketika direndam dalam cairan, serat ini menyerap air dan membentuk tekstur yang lebih kental dan creamy. Itulah sebabnya overnight oatmeal terasa lembut meski tanpa dimasak.
Semakin lama direndam (dalam batas wajar), teksturnya semakin menyatu. Namun biasanya 6–8 jam sudah cukup untuk mendapatkan hasil yang ideal.
Overnight oatmeal bukan hanya tren media sosial. Konsepnya berakar dari tradisi lama yang menekankan pola makan sehat dan alami. Kini, metode ini kembali populer karena sesuai dengan gaya hidup modern yang serba cepat. Selain praktis, overnight oatmeal juga fleksibel. Bisa ditambahkan buah, kacang, yogurt, madu, atau bahkan kurma untuk variasi rasa tanpa harus menambahkan gula berlebih.
Disebut “overnight” karena oat memang direndam semalaman agar teksturnya berubah menjadi lembut dan creamy tanpa proses memasak. Metode ini bukan inovasi baru, melainkan adaptasi dari tradisi lama yang terbukti praktis dan menyehatkan.
Jadi, kalau kamu mencari sarapan simpel, mengenyangkan, dan bisa disiapkan hanya dalam beberapa menit di malam hari, overnight oatmeal bisa jadi pilihan cerdas untuk memulai hari dengan lebih sehat. (DEP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....