Lapis Daging Minang Khas Payakumbuh dan Batusangkar
- 20 Jan 2026 18:16 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kuliner Minangkabau selama ini identik dengan rendang yang kaya rempah dan berwarna gelap. Namun, di balik kepopuleran rendang, terdapat hidangan tradisional lain yang tak kalah istimewa, yakni Lapis Daging Minang. Masakan ini dikenal sebagai sajian khas dari beberapa daerah di Sumatera Barat, terutama Payakumbuh dan Batusangkar, dengan karakter rasa yang berbeda dari olahan daging Minang pada umumnya.
Lapis daging Minang memiliki cita rasa dominan manis dan gurih dengan warna kecoklatan yang menggugah selera. Berbeda dengan rendang yang sarat rempah kuat dan proses pemasakan kering, lapis daging diolah dengan teknik semur perlahan, sehingga menghasilkan saus kental yang melapisi daging secara merata.
Secara tradisional, hidangan ini menggunakan irisan tipis daging sapi yang dimasak bersama aneka bumbu dan rempah aromatik. Daun salam, daun jeruk, serai, dan lengkuas memberikan aroma khas, sementara kecap manis dan gula merah menjadi kunci rasa legit yang menonjol. Sentuhan air asam jawa menyeimbangkan rasa dengan sedikit nuansa segar.
Bumbu halus lapis daging Minang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, merica putih, dan kunyit. Bumbu ini ditumis hingga harum, lalu dimasak bersama daging hingga empuk melalui proses perebusan yang cukup lama. Proses memasak yang memakan waktu hingga dua jam ini membuat bumbu meresap sempurna dan menghasilkan tekstur daging yang lembut.
Setelah air menyusut, kecap manis, gula merah, garam, dan air asam jawa ditambahkan. Masakan kemudian dimasak kembali hingga saus mengental dan membentuk lapisan (lapis) pada daging, yang menjadi asal-usul penamaan hidangan ini. Lapis daging Minang biasanya disajikan hangat bersama nasi putih kukus, menjadikannya hidangan rumahan yang sederhana namun kaya rasa.
Di daerah asalnya, lapis daging kerap dihidangkan dalam acara keluarga, jamuan adat, maupun sebagai lauk harian, meski kini mulai jarang ditemui di rumah makan Padang di luar Sumatera Barat. Keberadaannya menjadi bukti bahwa kuliner Minangkabau tidak hanya soal pedas dan rempah pekat, tetapi juga menghadirkan variasi rasa manis-gurih yang bersahaja.
Sebagai bagian dari warisan kuliner daerah, lapis daging Minang layak untuk terus diperkenalkan dan dilestarikan. Di tengah tren modernisasi makanan, hidangan ini tetap menjadi pengingat akan kekayaan rasa dan teknik memasak tradisional masyarakat Minangkabau.(ER)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....