Kue Paruik Ayam, Jajanan yang Manis dan Kenyal

  • 18 Des 2025 18:05 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Di antara ragam jajanan pasar khas Minangkabau, Kue Paruik Ayam menempati posisi unik sebagai kudapan manis yang menggugah selera. Meski namanya mengandung kata "ayam", kue ini tidak mengandung daging ayam sama sekali. Kelezatan kue ini justru berasal dari bahan dasar nabati seperti singkong dan kelapa parut, yang diolah dengan cara tradisional sehingga menghasilkan tekstur kenyal dan rasa manis khas.

Karakteristik Utama

Kue Paruik Ayam memiliki beberapa ciri khas:

Bahan Dasar: Terbuat dari singkong (ubi kayu) yang diparut, dicampur dengan kelapa parut, garam, dan vanili.

Tekstur & Rasa: Bagian dalam kue kenyal dan lembut, sedangkan lapisan luar manis karena dibalut cairan gula merah atau gula aren kental.

Nama Lain: Kue ini juga dikenal dengan sebutan Godok Ubi Bagulo atau Getas Singkong.

Asal Nama: Istilah "Paruik Ayam" (secara harfiah berarti “perut ayam”) merujuk pada bentuk adonan yang bulat atau lonjong, yang secara tradisional dianggap menyerupai bagian dalam perut ayam.

Cara Pembuatan Singkat

Pembuatan kue Paruik Ayam memadukan teknik sederhana namun memerlukan ketelatenan:

Menyiapkan Adonan: Singkong diparut halus, diperas airnya, lalu dicampur dengan parutan kelapa dan sedikit garam.

Penggorengan: Adonan dibentuk menjadi bulat atau lonjong kecil, kemudian digoreng hingga berwarna kuning keemasan.

Proses “Bagulo”: Kue yang sudah digoreng kemudian dimasukkan ke dalam rebusan gula merah yang telah mengental (karamel), hingga seluruh permukaan kue tertutup lapisan gula yang mengeras saat dingin.

Keberadaan dan Popularitas

Hingga tahun 2025, Kue Paruik Ayam tetap menjadi jajanan favorit masyarakat Minangkabau. Kudapan ini sering dijadikan teman minum teh atau kopi, terutama saat sarapan pagi atau sore hari. Kue ini banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional di wilayah Bukittinggi, Padang, dan kota-kota lain di Sumatera Barat, sebagai simbol kekayaan kuliner lokal yang terus dilestarikan.

Dengan tekstur kenyal, rasa manis khas gula aren, dan bentuk yang menarik, Kue Paruik Ayam tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun. (ER)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....