Tujuh Cabai Paling Pedas di Dunia, Sanggup Coba?
- 24 Nov 2025 10:02 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Setiap orang punya tingkat toleransi berbeda terhadap makanan pedas. Ada yang baru menyentuh irisan cabai rawit sudah langsung mencari minuman penawar, sementara yang lain merasa sambal paling pedas pun belum cukup. Bagi para pecinta sensasi panas, berburu cabai terpedas di dunia bisa menjadi tantangan yang menyenangkan.
Dilansir dari howstuffworks.com rasa pedas sendiri berasal dari capsaicin, senyawa alami dalam cabai yang memberikan sensasi panas membakar. Selain menambah kenikmatan makanan, capsaicin juga diketahui memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu meredakan nyeri dan gatal, hingga diduga berperan dalam memengaruhi ekspresi gen tertentu yang berkaitan dengan kanker. Jadi, makan pedas bukan sekadar soal keberanian, tetapi juga bisa memberi manfaat—asal perut kuat menahannya
Untuk menentukan cabai mana yang paling pedas, kita perlu mengenal Skala Scoville atau Scoville Heat Unit (SHU). Skala ini menggambarkan seberapa banyak sebuah cabai harus diencerkan dengan air hingga rasa pedasnya tidak lagi terasa.
Sebagai gambaran, cabai dengan 1.000 SHU tergolong ringan, jalapeño berada di kisaran 2.000–8.000 SHU, sementara cabai super pedas dapat menembus lebih dari 1 juta SHU. Dari sinilah daftar tujuh cabai terpedas di dunia disusun, dimulai dari yang “sangat pedas” hingga yang “benar-benar ekstrem”.
Berikut tujuh cabai terpedas di dunia, diurutkan dari yang “pedas banget” hingga “berasa kiamat kecil”.
7. Scotch Bonnet – 350.000 SHU
Disebut Scotch bonnet karena bentuknya mirip topi tradisional Skotlandia. Cabai ini banyak ditemukan di Karibia, Afrika Barat, dan Amerika Selatan. Rasanya mirip habanero—pedas, wangi, dan sering dipakai untuk masakan khas Karibia.
6. Red Savina – 350.000–575.000 SHU
Cabai ini adalah hasil rekayasa dari habanero, dikembangkan oleh Frank Garcia di California. Red Savina pernah menjadi cabai terpedas di dunia menurut Guinness dari 1994 hingga 2006. Rasanya kuat seperti habanero, tapi jauh lebih menyengat.
5. Bhut Jolokia (Ghost Pepper) – 1.001.304 SHU
Dikenal sebagai ghost pepper, cabai ini berasal dari India bagian timur laut dan juga digunakan di Bhutan, negara yang terkenal dengan masakan super pedasnya. Pada 2006, Bhut Jolokia resmi menggeser Red Savina sebagai cabai terpedas dunia. Kepedasannya? Dua kali lipat dari Red Savina!
4. Naga Viper – 1.382.118 SHU
Cabai ini bukan alami, melainkan hasil persilangan tiga cabai pedas: Naga Morich, Bhut Jolokia, dan Moruga Scorpion. Diciptakan di Inggris dan sempat menjadi cabai terpedas dunia pada 2011.
3. Trinidad Scorpion Butch T – 1.463.700 SHU
Dibudidayakan dari benih yang dikembangkan Butch Taylor, cabai ini terkenal ekstrem. Beberapa orang bahkan diperingatkan agar berhati-hati. Menurut Taylor, makan cabai ini langsung bisa membuat dada terasa sesak, bahkan memicu muntah bila perut kosong.
2. Trinidad Moruga Scorpion – 2.009.231 SHU
Berbeda dengan Butch T, cabai ini adalah spesies asli Trinidad dan tumbuh stabil tanpa persilangan. Gigitan pertama memberi rasa manis buah, lalu tiba-tiba ledakan panas yang bertahan lama. Pada 2012, cabai ini dinobatkan sebagai yang terpedas, sebelum akhirnya digeser.
1. Carolina Reaper – 2.200.000 SHU
Inilah juaranya! Sejak 2013, Carolina Reaper memegang gelar cabai terpedas di dunia versi Guinness. Dikembangkan oleh Ed Currie dari Puckerbutt Pepper Company, cabai ini punya perpaduan rasa manis dan pedas yang mematikan.
Bahkan ada kompetisi makan Carolina Reaper. Rekornya? Gregory “Iron Guts” Barlow dari Australia makan 160 buah dalam satu sesi. Untuk kebanyakan orang, bau cabai ini saja sudah membuat napas terasa panas!
Masih Ada yang Lebih Pedas?
Persaingan menciptakan cabai super pedas belum selesai. Ed Currie mengklaim punya cabai baru bernama Pepper X, hasil persilangan Bhut Jolokia dan Trinidad Scorpion. Kabarnya mencapai 3.180.000 SHU, mendekati kepedasan murni capsaicin. Namun angka ini belum dikonfirmasi secara independen. (DKA/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....