Hangatnya Sekoteng, Seruputan Nostalgia Saat Cuaca Dingin
- 05 Sep 2025 17:10 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Sekoteng adalah salah satu minuman tradisional khas Indonesia yang identik dengan kehangatan dan nostalgia. Berasal dari daerah Jawa Tengah, sekoteng telah menjadi bagian dari budaya kuliner nusantara yang masih lestari hingga kini. Minuman ini biasanya dinikmati saat malam hari atau ketika cuaca dingin, karena mampu memberikan sensasi hangat yang menenangkan tubuh.
Sekoteng merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang harmonis, terlihat dari perpaduan bahan lokal dengan gaya penyajian khas oriental. Minuman ini mulai populer di Jawa Tengah, khususnya di kota-kota seperti Magelang, Semarang, dan Solo. Seiring waktu, sekoteng menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dengan sedikit variasi dalam bahan dan cara penyajiannya.
Ciri utama sekoteng adalah kuah jahe yang hangat dan aromatik, yang menjadi dasar dari minuman ini. Kuah jahe ini biasanya dimasak bersama daun pandan dan gula (baik gula pasir maupun gula merah) untuk memberikan rasa manis yang khas.
Isi atau isian sekoteng dapat bervariasi, tetapi beberapa bahan yang paling umum meliputi: potongan roti tawar, kacang tanah sangrai, bola-bola sagu, kolang kaling, kacang hijau rebus, dan sebagainya. Beberapa versi sekoteng modern juga menambahkan susu kental manis atau susu evaporasi untuk memberikan rasa yang lebih gurih dan creamy.
Sekoteng biasanya disajikan dalam mangkuk atau gelas besar, dengan kuah jahe yang masih panas. Isian diletakkan terlebih dahulu, lalu disiram dengan kuah jahe hingga penuh. Penjual sekoteng tradisional biasanya berkeliling atau menjajakan dagangannya di gerobak khas.
Selain lezat dan menghangatkan, sekoteng juga memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dari bahan utamanya yaitu jahe. Jahe dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan membantu meredakan masuk angin, mual, serta meningkatkan sirkulasi darah. Kandungan kacang dan kolang-kaling juga memberikan tambahan serat dan protein yang baik untuk tubuh.
Sekoteng bukan sekadar minuman tradisional, melainkan juga bagian dari warisan budaya yang sarat akan nilai sejarah dan sosial. Kehangatan yang ditawarkan sekoteng bukan hanya berasal dari rasa jahe yang pedas dan manis, tetapi juga dari kenangan dan cerita yang menyertainya. Di tengah maraknya minuman modern, sekoteng tetap bertahan sebagai pilihan yang menyehatkan sekaligus menenangkan jiwa. (SG)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....