Batiah, "Camilan Tradisional Khas Payakumbuh yang Melegenda"

  • 25 Agt 2025 21:49 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Jika Anda berkunjung ke Payakumbuh, Sumatera Barat, rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang salah satu oleh-oleh khas daerah ini yang legendaris: Batiah. Camilan sederhana berbahan dasar beras ketan ini tak hanya enak dinikmati bersama teh atau kopi, tapi juga sarat akan nilai tradisi dan budaya Minangkabau.

Apa Itu Batiah?

Batiah adalah camilan tradisional yang terbuat dari beras ketan yang disangrai, dicampur dengan gula merah atau gula pasir, kemudian dibentuk pipih kecil dan dikeringkan. Rasanya manis, gurih, dan renyah, menjadikannya cocok dinikmati semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua.

Meski terlihat sederhana, proses pembuatan Batiah membutuhkan ketelatenan agar tekstur dan rasa yang dihasilkan tetap otentik. Tidak heran jika Batiah menjadi salah satu simbol kuliner tradisional yang masih bertahan di tengah maraknya camilan modern.

Asal Usul dan Nilai Budaya

Batiah sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Payakumbuh sejak lama. Dalam masyarakat Minangkabau, camilan ini sering dihidangkan dalam berbagai acara adat, seperti kenduri, pernikahan, atau pertemuan keluarga besar. Tak hanya sebagai kudapan, Batiah juga mencerminkan filosofi hidup orang Minang yang menjunjung tinggi kebersamaan, kesederhanaan, dan kekeluargaan.

Meskipun zaman telah berubah, keberadaan Batiah tetap eksis berkat pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat lokal dan UMKM yang terus memproduksinya secara turun-temurun.

Cita Rasa yang Khas dan Unik

Batiah memiliki cita rasa yang khas:

  • Manis alami dari gula, yang tidak terlalu tajam,

  • Renyah namun ringan, tidak membuat cepat kenyang,

  • Dan aroma sangrai beras ketan yang harum dan menggoda.

Tak hanya sekadar camilan, Batiah juga menjadi kenangan rasa bagi para perantau yang rindu kampung halaman.

Batiah sebagai Oleh-Oleh

Batiah banyak dijual di pusat oleh-oleh Payakumbuh dan sekitarnya. Dikemas dalam plastik atau kotak yang praktis, camilan ini mudah dibawa dan memiliki daya tahan yang cukup lama, sehingga cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga atau teman.

Beberapa produsen Batiah bahkan sudah melakukan inovasi, seperti menambahkan rasa pandan, jahe, atau bahkan keju, tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Batiah bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Payakumbuh yang patut dibanggakan. Di tengah perkembangan zaman, menjaga kelestarian Batiah berarti ikut melestarikan warisan budaya Minangkabau.

Jadi, jika Anda singgah di Payakumbuh, jangan lupa mampir dan cicipi Batiah, oleh-oleh manis yang akan membawa Anda kembali ke akar tradisi yang hangat dan penuh rasa. (SG/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....