Samba Lado Tanak Sambal Khas Nagari Sungai Jambu

  • 05 Agt 2025 15:43 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN Bukittinggi : Di kaki Gunung Marapi, tepatnya di Nagari Sungai Jambu, Kabupaten Tanah Datar, terdapat sebuah kuliner khas yang menjadi identitas rasa masyarakat setempat: samba lado tanak. Terletak sekitar 700 meter di atas permukaan laut, daerah ini memiliki suhu yang cukup dingin, membuat kehadiran sambal dalam setiap santapan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Masyarakat Sungai Jambu memang dikenal sangat menggandrungi sambal, atau dalam bahasa Minang disebut samba lado. Tak heran, karena kecintaan mereka terhadap sambal begitu melekat, warga nagari-nagari tetangga menjuluki mereka dengan sebutan unik: "Sungai Jambu Gadang Lado"—yang secara harfiah berarti "Sungai Jambu besar sambal".

Salah satu sambal andalan yang paling terkenal dari Nagari Sungai Jambu adalah samba lado tanak. Kuliner ini bukan hanya soal rasa pedas, tetapi juga menggambarkan tradisi, kearifan lokal, dan warisan leluhur yang masih dipertahankan hingga kini.

Samba lado tanak dibuat dari cabai yang sudah digiling halus, dicampur dengan santan kelapa yang telah dimasak, ikan teri, petai, dan racikan rempah-rempah khas. Semua bahan kemudian dimasak dalam kuali dengan api dari kayu bakar, memberikan aroma yang khas dan cita rasa yang otentik. Hasil akhirnya menyerupai kalio—semacam gulai kental—namun lebih pedas dan dengan warna minyak merah yang menggoda selera.

Tak hanya sekadar pelengkap makan, samba lado tanak adalah bagian penting dari identitas budaya Sungai Jambu. Dalam setiap helai asap kayu bakar yang mengepul dari dapur, dalam setiap suapan sambal pedas yang menghangatkan tubuh di tengah hawa dingin pegunungan, tersimpan kisah tentang masyarakat yang menjaga tradisi melalui cita rasa.(ER)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....