Bir Pletok, "Minuman Tradisional Betawi yang Penuh Sejarah"

  • 03 Agt 2025 07:41 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Bir pletok adalah minuman tradisional khas masyarakat Betawi yang unik karena namanya mengandung kata “bir”, namun sama sekali tidak mengandung alkohol. Minuman ini justru terkenal sebagai minuman kesehatan karena terbuat dari berbagai rempah-rempah alami.

Asal Usul Bir Pletok

Bir pletok berasal dari budaya Betawi, yang merupakan penduduk asli Jakarta. Minuman ini mulai dikenal pada masa kolonial Belanda.

Pada waktu itu, masyarakat Eropa yang tinggal di Batavia (sekarang Jakarta) gemar minum bir atau anggur sebagai bagian dari gaya hidup mereka, terutama saat malam hari atau dalam perjamuan.

Hal ini kemudian mempengaruhi masyarakat Betawi. Namun karena masyarakat Betawi mayoritas beragama Islam dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol, mereka menciptakan versi "bir" sendiri yang tidak memabukkan, tetapi tetap menyegarkan dan cocok diminum di malam hari.

Maka lahirlah bir pletok.

Nama "pletok" berasal dari suara botol yang dikocok bersama es batu dan bahan-bahan bir pletok lainnya. Biasanya, bir pletok disajikan dalam botol kaca dan dikocok sebelum dituangkan, menghasilkan bunyi “pletok!” yang khas. Proses ini juga membuat minuman tampak berbusa, mirip bir asli.

Bahan dan Cita Rasa

Bir pletok terbuat dari campuran rempah-rempah seperti:

- Jahe

- Kayu secang (memberi warna merah alami)

- Daun pandan

- Serai

- Cengkih

- Kapulaga

- Gula batu atau gula aren

Minuman ini memiliki rasa hangat dari jahe, aroma wangi dari rempah, serta warna merah yang menggugah selera. Bir pletok biasanya disajikan hangat untuk menghangatkan tubuh, tetapi juga bisa disajikan dingin sebagai penyegar.

Manfaat Bir Pletok
Selain menyegarkan, bir pletok dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain:

1. Menghangatkan tubuh

2. Melancarkan peredaran darah

3. Menambah stamina

4. Meredakan masuk angin dan pegal-pegal

5. Menjaga daya tahan tubuh

Kini bir pletok tidak hanya bisa ditemukan di acara-acara budaya Betawi, tetapi juga mulai dijual dalam kemasan botol modern oleh pelaku UMKM.

Upaya ini bertujuan melestarikan budaya kuliner lokal sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan minuman sehat berbasis herbal.

Bir pletok adalah bukti kreativitas masyarakat Betawi dalam menyerap pengaruh luar tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan agama mereka.

Minuman ini bukan sekadar kuliner, tetapi juga warisan sejarah yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern. (SG/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....