Gulai Ayam Galundi Kuliner Khas Nagari Sulit Air
- 02 Agt 2025 07:16 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Di balik keindahan alam dan budaya Minangkabau yang kaya, tersimpan pula warisan kuliner tradisional yang mulai langka.
Salah satunya adalah Gulai Ayam Galundi, atau yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Samba Hitam atau Ayam Gulai Hitam. Makanan khas ini berasal dari Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Yang membuat gulai ini istimewa adalah kehadirannya yang terbatas. Gulai Ayam Galundi umumnya hanya disajikan dalam acara-acara adat, seperti baralek (pesta pernikahan) atau mandoa (syukuran).
Dalam tradisi baralek, gulai ini bahkan menjadi menu utama dan syarat wajib dalam seserahan pengantin. Karena itu, meskipun berasal dari Sulit Air, kuliner ini jarang ditemukan di hari-hari biasa bahkan di kampung halamannya sendiri.
Keunikan gulai ini terletak pada warna kuahnya yang gelap pekat, serta aroma khas yang gurih dan memikat.
Rahasia di balik warna dan cita rasa unik ini adalah buah galundi (Vitex trifolia), tumbuhan lokal yang banyak ditemukan di sekitar persawahan Nagari Sulit Air.
Buah galundi disangrai terlebih dahulu, lalu ditumbuk halus hingga menjadi bubuk, kemudian dicampurkan ke dalam kuah gulai.
Tekstur gulai pun menjadi lebih kesat dan kental, memberi sensasi berbeda saat disantap.
Ayam yang digunakan biasanya adalah ayam kampung, yang dikenal memiliki rasa manis alami dan tekstur daging yang lebih padat dan lembut dibanding ayam potong biasa.
Dari segi bumbu, gulai ini masih menggunakan rempah-rempah tradisional seperti cabai, bawang merah dan putih, lengkuas, serta jahe.
Namun kehadiran galundi menjadikannya lebih istimewa. Selain memperkuat aroma dan rasa, buah ini juga dipercaya masyarakat memiliki manfaat kesehatan, terutama untuk pencernaan dan sebagai analgesik alami.
Dalam kuliner Minangkabau yang kaya akan varian gulai, Gulai Ayam Galundi menempati posisi tersendiri. Ia bukan sekadar sajian, melainkan bagian dari identitas budaya lokal yang sarat makna dan nilai sejarah.
Karena langkanya, makanan ini justru semakin dicari, terutama oleh mereka yang rindu akan cita rasa khas kampung halaman.
Dengan keunikan rasa, warna, dan nilai tradisional yang melekat, tak salah jika Gulai Ayam Galundi menjadi salah satu kuliner warisan yang patut dilestarikan dan diperkenalkan lebih luas ke khalayak. (ER/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....