Apa Penyebab Kutu Air?
- 17 Sep 2024 16:24 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi : Pada dasarnya, kita semua berpotensi untuk memiliki kulit kaki yang kasar bahkan kering dari waktu ke waktu, terutama ketika cuaca dingin. Belum lagi, aktivitas sehari-hari yang padat akan sangat wajar jika menyebabkan telapak kaki menjadi kasar –lagipula, kaki merupakan bagian tubuh yang bertugas untuk membawa kita ke mana-mana, bukan? Jika kondisi ini terjadi kepadamu, kemungkinan salah satu penyebab kulit gatal dan kering di bagian kaki adalah karena biang keringat.
Namun lain halnya apabila kakimu yang kering juga disertai dengan peradangan (ditandai dengan kulit yang berubah warna menjadi kemerahan) bersisik, atau juga terasa gatal, karena kemungkinan besar itu adalah tanda infeksi jamur pada kulit. Jangan panik atau malu, karena infeksi jamur pada kulit sangatlah umum terjadi. Setidaknya, ⅔ dari kita akan mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup –artinya, kalau kulit kaki bersisik terjadi juga kepadamu, tentu kamu tidak sendirian dalam hal ini.
salah satu infeksi jamur yang mungkin mengganggu rutinitas sehari hari kita adalah infeksi jamur pada kaki. atau yang disebut dengan kutu air. dikutip melalui Halodoc, Kutu air, yang juga dikenal sebagai tinea pedis atau athlete’s foot, merupakan suatu infeksi jamur menular yang umumnya timbul pada kulit kaki, terutama di sela-sela jari kaki.
Ini adalah dermatofitosis yang paling umum yang disebabkan oleh kondisi lembap pada kaki karena keringat yang memfasilitasi pertumbuhan jamur.
Kutu air bisa muncul sebagai salah satu dari empat bentuk klinis berikut, atau dalam kombinasi:
- Hiperkeratosis kronis, jenis kutu air yang disebabkan oleh infeksi jamur bernama Trichophyton rubrum yang ditandai dengan pola lesi yang khas dan menyebabkan munculnya sisik dan penebalan telapak kaki.
- Intertriginosa kronis, jenis ini ditandai dengan terbentuknya sisik, eritema dan erosi kulit.
- Ulseratif akut, paling sering disebabkan oleh T. mentagrophytes var. Interdigitale. Jenis kutu air ini biasanya ditandai dengan munculnya lepuhan berisi cairan di ruang antar jari kaki.
- Vesikobulosa, kutu air yang menyebabkan munculnya kantung berongga (bula) pada lapisan kulit di area telapak kaki.
Kutu air berisiko tinggi dialami oleh orang yang kurang menjaga kebersihan kaki, jarang mengganti kaus kaki, dan sering menggunakan sarana publik seperti pemandian umum.
Masalah kesehatan ini harus segera ditangani dengan tepat, karena dapat memburuk dan menyebar ke bagian tubuh yang lain, serta menyebabkan peradangan pada kelenjar getah bening.
Penyebab Kutu Air
Penyebab kutu air atau tinea pedis adalah berbagai jenis jamur.
Namun, penyebab yang paling umum ditemui adalah jenis dermatophytes, yaitu jenis jamur yang juga menjadi penyebab kurap.
Jenis jamur ini hidup di lingkungan yang bersuhu hangat dan lembap, seperti kamar mandi dan kolam renang.
Berikut tiga jamur dermatofit yang paling umum menyebabkan kutu air:
- Trichophyton (T.) rubrum.
- T. interdigitale, sebelumnya disebut T. mentagrophytes var. Interdigital.
- Epidermophyton floccosum.
Penularan jamur ini dapat melalui sentuhan langsung dengan kulit yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi.
Selanjutnya, jamur kutu air akan menetap dan berkembang biak pada permukaan kulit, dan dapat masuk ke dalam kulit dan menimbulkan infeksi, jika terdapat celah pada kulit.
Faktor Risiko Kutu Air
Beberapa faktor risiko kutu air, antara lain:
- Berbagi benda pribadi, seperti handuk, kaus kaki, atau sepatu.
- Berkunjung ke area publik tanpa alas kaki.
- Sering memakai alas kaki tertutup.
- Kaki sering berkeringat dan tidak segera dikeringkan.
- Menggunakan sepatu yang ketat dan tebal.
- Terdapat luka pada jari atau kuku jari kaki.
- Tidak menjaga kebersihan kaki, seperti jarang mencuci kaki setelah beraktivitas dan menggunakan ulang kaus kaki yang belum dicuci.
Gejala Kutu Air
Beberapa gejala kutu air yang umum terjadi, antara lain:
- Iritasi seperti gatal, sensasi panas, terbakar, dan menyengat di antara jari-jari kaki.
- Area kulit kaki yang terkena tampak berwarna kemerahan.
- Bagian samping dan telapak kaki juga terasa sangat gatal.
- Kuku kaki mengalami perubahan warna, menjadi lebih tebal, dan mudah rapuh.
- Kuku kaki terluka bahkan tampak lepas tempatnya semula.
- Kulit kaki terlihat pecah-pecah dan mengelupas, terutama di antara jari kaki dan pada telapak kaki.
- Kulit melepuh dan lecet akibat gatal pada kaki.
- Kulit tampak lebih kering pada area telapak atau sisi samping kaki.
- Timbul cairan dari area kulit kaki yang ditumbuhi jamur. (Sumber: Halodoc)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....