Demam Berdarah Dengue (DBD): Penyebab, Gejala, Dan Pengobatan

  • 16 Apr 2024 17:21 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terinfeksi. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat, bahkan dapat berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Berdasarkan center for desease and prevention dan world healtf organisation (2020), penyebab utama penyakit DBD adalah infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus adalah vektor utama penyebaran virus dengue. Ketika nyamuk tersebut menggigit seseorang yang terinfeksi virus dengue, nyamuk tersebut menjadi pembawa virus dan dapat menularkannya kepada orang lain melalui gigitannya.Centers for Disease Control and Prevention. (2020).

Gejala DBD dapat bervariasi mulai dari ringan hingga parah. Gejala yang umum terjadi meliputi:

1. Demam Tinggi: Demam yang tiba-tiba dan tinggi merupakan gejala utama DBD.

2. Nyeri Sendi dan Otot: Nyeri pada sendi dan otot sering kali terjadi, sehingga membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

3. Ruam Kulit: Ruam kulit yang muncul biasanya bersifat ringan dan tersebar di seluruh tubuh.

4. Nyeri pada Mata: Gejala ini sering kali disertai dengan kemerahan pada mata.

5. Perdarahan: DBD dapat menyebabkan perdarahan ringan hingga berat, seperti mimisan, gusi berdarah, atau bintik-bintik merah di kulit.

Tidak ada pengobatan khusus untuk virus dengue. Pengobatan yang diberikan lebih bersifat simptomatis untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Berikut beberapa langkah pengobatan yang dapat dilakukan:

1. Istirahat: Istirahat yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh melawan infeksi.

2. Konsumsi Cairan: Minum banyak cairan, seperti air putih, jus buah, atau larutan elektrolit untuk mencegah dehidrasi.

3. Obat Penurun Demam: Parasetamol dapat digunakan untuk meredakan demam dan nyeri ringan. Hindari penggunaan aspirin atau ibuprofen yang dapat meningkatkan risiko perdarahan.

4. Perawatan Medis: Penderita DBD yang mengalami gejala berat atau komplikasi perlu mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, terutama untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut.

Pencegahan DBD terutama dilakukan dengan mengontrol populasi nyamuk Aedes dan mengurangi risiko gigitan nyamuk. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Menggunakan kelambu saat tidur, terutama pada waktu malam.

2. Menggunakan obat anti-nyamuk yang mengandung DEET.

3. Membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, seperti genangan air.

(APS)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....