Bahaya Paparan Radiasi Terus Menerus Bagi Tubuh

  • 06 Okt 2026 11:59 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Paparan radiasi secara terus-menerus dapat memberikan dampak tertentu terhadap kesehatan manusia, terutama jika dosis yang diterima cukup tinggi atau berlangsung dalam waktu lama. Radiasi dapat berasal dari berbagai sumber, seperti sinar-X, bahan radioaktif, radiasi industri, maupun sumber alami di lingkungan.

Tubuh manusia sebenarnya memiliki mekanisme untuk memperbaiki kerusakan sel akibat paparan radiasi dalam jumlah kecil. Namun, paparan berulang dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan yang lebih sulit diperbaiki.

Salah satu dampak yang perlu diperhatikan adalah kerusakan DNA di dalam sel tubuh. Kerusakan tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker dalam jangka panjang.

Risiko kesehatan akibat radiasi sangat bergantung pada jenis radiasi, besar dosis, lama paparan, serta bagian tubuh yang terkena. Semakin tinggi dosis dan semakin lama paparan berlangsung, semakin besar pula kemungkinan munculnya efek biologis tertentu.

Paparan radiasi dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan secara langsung. Dalam kondisi ekstrem, seseorang dapat mengalami luka pada kulit, kerusakan organ, gangguan pada sumsum tulang, hingga sindrom radiasi akut.

Sementara itu, paparan dosis rendah yang terjadi terus-menerus biasanya tidak langsung menimbulkan gejala yang dapat dirasakan. Meski demikian, paparan kumulatif tetap perlu diperhatikan karena sebagian risiko kesehatan, termasuk kanker, dapat muncul bertahun-tahun setelah paparan.

Anak-anak dan janin termasuk kelompok yang lebih sensitif terhadap radiasi karena sel-sel tubuh mereka sedang mengalami pertumbuhan dan pembelahan secara aktif. Oleh sebab itu, penggunaan prosedur medis yang melibatkan radiasi pada kelompok tersebut perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan dan pertimbangan tenaga kesehatan.

Radiasi dari pemeriksaan medis seperti rontgen dan CT scan memang memiliki risiko, tetapi prosedur tersebut umumnya dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat dan dosis yang diperlukan. Pasien sebaiknya tidak menolak pemeriksaan yang memang dibutuhkan hanya karena khawatir terhadap radiasi, melainkan dapat berdiskusi dengan dokter mengenai manfaat dan risikonya.

Upaya perlindungan dari paparan radiasi dapat dilakukan dengan mengurangi waktu berada di dekat sumber radiasi, memperbesar jarak dari sumber, serta menggunakan pelindung yang sesuai. Di lingkungan kerja, aturan keselamatan radiasi dan penggunaan alat pelindung menjadi bagian penting untuk mengurangi paparan yang tidak diperlukan.

Pada akhirnya, radiasi tidak selalu berarti berbahaya karena tingkat risikonya sangat bergantung pada dosis dan kondisi paparan. Memahami sumber radiasi serta menerapkan prinsip keselamatan dengan tepat dapat membantu manusia memperoleh manfaat teknologi berbasis radiasi sekaligus meminimalkan dampak buruk bagi kesehatan. (MU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....