Peringatan World Heart Day Health Talk " Penyakit Jantung Koroner"
- 30 Sep 2026 08:18 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat. Dalam momentum Hari Jantung Sedunia, masyarakat diingatkan untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung melalui pemeriksaan kesehatan rutin, pola hidup sehat, serta mengenali gejala penyakit jantung sejak dini.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSAM Bukittinggi, dr. Trian Faisa, Sp.JP(K), FIHA, menjelaskan bahwa deteksi dini sangat penting dilakukan, terutama bagi mereka yang telah memasuki usia dewasa muda atau memiliki faktor risiko penyakit jantung. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.
Menurutnya, pemeriksaan yang disarankan antara lain pemeriksaan tekanan darah, elektrokardiogram (EKG), serta pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui kadar gula darah, kolesterol, dan faktor risiko lainnya. Pemeriksaan tersebut idealnya dilakukan secara rutin, minimal setahun sekali atau sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
dr. Trian juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti nyeri dada saat beraktivitas, mudah lelah, sesak napas, atau jantung berdebar. Gejala tersebut dapat menjadi tanda awal gangguan jantung koroner yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Selain faktor gaya hidup, faktor keturunan juga dapat berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung. Namun demikian, penyakit jantung bersifat multifaktorial sehingga tidak hanya dipengaruhi satu faktor saja. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga dapat meningkatkan risiko, tetapi tidak serta-merta menentukan seseorang pasti mengalami penyakit yang sama.
Untuk menjaga kesehatan jantung, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak aktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, serta mengurangi makanan tinggi lemak, garam, dan makanan olahan. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari juga dinilai efektif membantu menjaga kesehatan jantung.
Dokter Trian menambahkan bahwa gaya hidup modern yang serba instan sering membuat masyarakat kurang bergerak. Kebiasaan terlalu lama menggunakan telepon genggam, kurang berolahraga, merokok, hingga sering begadang dapat menjadi faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penyempitan maupun penyumbatan pembuluh darah jantung.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadi "pahlawan" bagi jantungnya sendiri dengan lebih peduli terhadap kesehatan sejak usia muda. Menurutnya, menjaga kesehatan jantung bukan hanya untuk mencegah penyakit, tetapi juga agar seseorang tetap produktif dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal.
Menutup dialog, masyarakat diajak menjadikan Hari Jantung Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan jantung. Melalui pola hidup sehat, pemeriksaan berkala, dan konsultasi medis saat muncul gejala, risiko penyakit jantung dapat ditekan sejak dini demi kualitas hidup yang lebih baik.(DP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....