Dampak El Nino Panas Ekstrem Ancam Ratusan Ribu Jiwa di Dunia
- 29 Sep 2026 08:36 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, BUKITTINGGI - Sebuah laporan dari Climate Impact Lab memproyeksikan sekitar 451 ribu orang di dunia berpotensi meninggal akibat panas ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino hingga Februari 2027. Bahkan dari jumlah tersebut sekitar 19 ribu kematian diperkirakan terjadi di Indonesia. Perhitungan tersebut di dasarkan pada hubungan yang teramati antara suku ekstrem dan peningkatan angka kematian di berbagai wilayah dunia.
Dalam studi tahun 2022, para peneliti membagi dunia menjadi 24 ribu wilayah dan memperkirakan hubungan antara suhu dan kematian untuk masing masing wilayah. Tim peneliti dalam laporan terbaru kemudian menggabungkan pendekatan tersebut prakiraan cuaca musiman dari European for Medium-Range Weather Forecasts untuk memperkirakan jumlah kematian tambahan yang mungkin terjadi akibat El Nino.
Hasil studi menunjukan ada sekitar 451 ribu orang yang beresiko meninggal dalam beberapa bulan ke depan akibat El Nino. Tim peneliti memperkirakan lebih dari 30.000 ribu kematian tambahan akan terjadi di Nigeria dalam enam bulan ke depan. Bahkan diperkirakan yang akan menjadi wilayah paling terdampak adalah negara Afrika. Pada periode yang sama, Indonesia juga diperkirakan mengalami 19 ribu kematian tambahan, India 16 ribu, dan Brazil 13 ribu.
Studi lain menunjukan El Nino tahun ini diperkirakan semakin menguat dan berpotensi menjadi yang terbesar dalam setidaknya 1.000 tahun. Tambahan panas dari fenomena ini ditengah pemanasan global akibat aktivitas manusia, diperkirakan mendorong 2027 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Perubahan pola cuaca seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta banjir.
| Baca juga: Tetap Sehat ditengah Cuaca Terik |
Sejumlah tindakan yang dinilai dapat membantu masyarakat menghadapi suhu ekstrem antara lain sistem peringatan panas, layanan kesehatan bagi kelompok rentan, pusat pendinginan atau colling center, stasiun air minum dan hidrasi, perlindungan bagi pekerja luar ruang, serta peningkatan kapasitas sistem kesehatan. Suhu yang saat ini di anggap tidak biasa berpotensi menjadi kondisi normal dalam beberapa puluh tahun jika pemanasan global terus berlanjut tanpa peningkatan investasi adaptasi. Perlu sekiranya memobilisasi sumber daya sekarang untuk merancang dan menerapkan, mengevaluasi perangkat persiapan serta perencanaan untuk menyelamatkan nyawa pada tahun tahun mendatang.
ELB
Sumber berita; https://esgnow.republika.co.id
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....