Dari Kekeringan ke Hujan Deras, Mengapa Cuaca Bisa Berubah?

  • 22 Sep 2026 07:34 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Cuaca dapat berubah cepat dari kering menjadi hujan deras akibat dinamika atmosfer yang terjadi di Indonesia.

Fenomena tersebut dapat berlangsung meski sebagian wilayah masih berada dalam periode musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjelaskan hujan tetap dapat terjadi selama musim kemarau.

“Musim kemarau bukan berarti tidak turun hujan sama sekali,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Perubahan cuaca dipengaruhi pergerakan sistem atmosfer yang membawa uap air dan membentuk awan hujan.

BMKG menyebut Madden-Julian Oscillation, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby dapat memengaruhi kondisi tersebut.

Fenomena atmosfer itu dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan pada wilayah tertentu dalam periode tertentu.

Akibatnya, daerah yang sebelumnya kering dapat mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kondisi lokal juga berperan dalam pembentukan awan hujan, terutama ketika udara memiliki kelembapan tinggi.

Pemanasan permukaan kemudian dapat memicu pertumbuhan awan konvektif secara cepat.

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau pada 2026.

Sebanyak 400 Zona Musim diprediksi mengalami musim kemarau lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Meski demikian, hujan tetap berpeluang terjadi secara lokal selama periode kemarau.

BMKG menyebut dinamika atmosfer dapat meningkatkan peluang hujan di sejumlah wilayah.

Perubahan dari kondisi kering menuju hujan deras perlu diwaspadai masyarakat.

Hujan berintensitas tinggi dapat meningkatkan risiko banjir, longsor, pohon tumbang, dan gangguan perjalanan.

Sebaliknya, hujan yang hanya berlangsung singkat belum tentu menandakan musim kemarau telah berakhir.

Penentuan pergantian musim membutuhkan pengamatan pola hujan dalam periode tertentu.

Masyarakat perlu membedakan perubahan cuaca harian dengan perubahan pola musim.

Pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak keliru membaca kondisi cuaca di wilayahnya.

Masyarakat disarankan memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Informasi tersebut dapat membantu masyarakat menentukan aktivitas serta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.

Kewaspadaan menjadi penting ketika hujan deras muncul setelah periode kering yang berlangsung cukup lama.

Masyarakat dapat membersihkan saluran air dan menghindari lokasi yang berpotensi mengalami bencana. (APS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....