Kabut Asap Muncul saat Kemarau, Lindungi Diri dan Keluarga
- 22 Sep 2026 07:32 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kabut asap dapat muncul ketika kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan masyarakat.
BMKG menyebut kondisi atmosfer kering meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Dampak lain yang perlu diwaspadai adalah muncul dan meluasnya kabut asap,” tulis BMKG.
Kabut asap mengandung partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Kementerian Kesehatan menyebut PM2,5 dapat terhirup hingga rongga terdalam paru-paru.
Paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma perlu mendapat perlindungan ekstra.
Masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
Penggunaan masker respirator seperti N95 dapat membantu mengurangi paparan partikel halus.
Kemenkes memasukkan penggunaan masker respirator sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat.
Masyarakat juga perlu memantau kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
BMKG merekomendasikan pemantauan kualitas udara dan sistem peringatan dini berbasis konsentrasi PM2,5.
Ketika asap semakin pekat, pintu dan jendela sebaiknya ditutup untuk mengurangi masuknya udara tercemar.
Penggunaan penyaring udara di dalam ruangan juga dapat menjadi langkah perlindungan tambahan.
Keluarga perlu memperhatikan kondisi anak-anak dan anggota keluarga yang memiliki penyakit pernapasan.
Jika muncul sesak napas atau keluhan kesehatan, segera mencari pertolongan medis.
Selain melindungi diri, masyarakat perlu mencegah munculnya sumber asap baru selama musim kemarau.
Hindari pembakaran sampah dan pembukaan lahan menggunakan api ketika kondisi lingkungan kering.
Kewaspadaan bersama diperlukan karena kabut asap dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Dengan mengikuti informasi resmi, masyarakat dapat mengurangi paparan dan melindungi kesehatan keluarga. (APS/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....