Hujan Tak Kunjung Datang, Ini Dampak Kekeringan bagi Masyarakat

  • 22 Sep 2026 07:32 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Hujan yang tak kunjung datang dapat menyebabkan kekeringan dan mengurangi ketersediaan air bagi masyarakat.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan, pertanian, lingkungan, hingga aktivitas ekonomi.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli hingga September.

BMKG mengingatkan masyarakat mengantisipasi dampaknya terhadap ketersediaan air dan kebutuhan berbagai sektor.

Kekeringan dapat menurunkan debit sungai dan volume waduk sebagai sumber air masyarakat.

Kementerian Pekerjaan Umum menyebut dampaknya juga dapat mengganggu pola tanam dan meningkatkan risiko kebakaran.

“Kita tidak bisa menghindari kemarau, tetapi kita bisa memastikan dampaknya tidak berkembang menjadi krisis,” ujar Adenan Rasyid.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi menghadapi potensi kemarau panjang 2026.

Keterbatasan air juga dapat mengganggu kebutuhan minum, memasak, kebersihan, dan sanitasi masyarakat.

WHO menyebut kekeringan dapat meningkatkan risiko penyakit akibat berkurangnya air dan sanitasi.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang rentan terdampak ketika pasokan air mengalami penurunan.

BMKG merekomendasikan penyesuaian jadwal tanam dan penggunaan tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Kekeringan juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan ketika kondisi lingkungan semakin kering.

Asap kebakaran kemudian dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Masyarakat perlu menggunakan air secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan minum dan keperluan rumah tangga.

Perbaikan kebocoran saluran air juga penting agar tidak terjadi pemborosan selama musim kemarau.

Masyarakat juga perlu menghindari pembakaran lahan atau sampah ketika kondisi lingkungan sangat kering.

BMKG mendorong penguatan pemantauan titik panas dan pencegahan kebakaran selama periode kemarau.

Pemantauan informasi cuaca dan iklim dapat membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan menghadapi kekeringan.

Kewaspadaan bersama diperlukan agar kekurangan air tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan, pangan, dan lingkungan. (APS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....