Apa yang Harus Dilakukan saat Kabut Asap Melanda?

  • 18 Sep 2026 10:50 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi- Kabut asap dapat membuat kualitas udara menurun dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Karena itu, ketika kabut asap mulai menyelimuti lingkungan, masyarakat perlu melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi paparan. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memantau kualitas udara. Informasi mengenai kondisi udara dapat membantu menentukan apakah aktivitas di luar ruangan masih aman atau sebaiknya dikurangi.

Ketika kualitas udara memburuk, kurangi aktivitas di luar rumah, terutama olahraga dan kegiatan fisik yang membutuhkan banyak tenaga. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tetap berada di dalam ruangan. Pastikan rumah terlindungi dari masuknya asap. Tutup pintu dan jendela ketika udara di luar sedang tercemar. Jika tersedia, penggunaan air purifier atau penyaring udara dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus dan pastikan masker terpasang dengan rapat. Masker yang tepat dapat membantu mengurangi jumlah partikel yang terhirup. Selain melindungi pernapasan, jangan lupa menjaga kondisi tubuh. Minumlah air putih yang cukup dan konsumsi makanan bergizi agar tubuh tetap mendapatkan asupan yang diperlukan.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih. Kelompok tersebut sebaiknya mengurangi paparan terhadap udara tercemar dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Hindari menambah pencemaran udara dengan membakar sampah atau melakukan aktivitas lain yang menghasilkan asap. Upaya sederhana ini penting untuk membantu menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.

Perhatikan gejala yang muncul selama kabut asap. Batuk, tenggorokan terasa sakit, mata perih, sesak napas, atau keluhan lain yang semakin berat perlu mendapatkan perhatian. Jika mengalami sesak napas berat atau kondisi kesehatan memburuk, segera mencari pertolongan medis. Jangan menunggu sampai keluhan menjadi lebih parah.

Kabut asap memang tidak selalu dapat kita hindari, tetapi paparannya dapat dikurangi. Dengan memantau kualitas udara, membatasi aktivitas luar ruangan, menjaga udara di dalam rumah, menggunakan perlindungan yang tepat, dan memperhatikan kondisi tubuh, kita dapat melewati masa kabut asap dengan lebih aman. (ZH)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....