Asap Kebakaran Mengintai Anak, Orang Tua Wajib Waspada
- 23 Agt 2026 20:40 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Asap kebakaran hutan bukan sekadar membuat udara terasa pengap. Partikel halus di dalamnya dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, hingga paru-paru anak, sementara saluran pernapasan mereka yang masih berkembang membuat paparan asap perlu lebih diwaspadai.
Ketika asap mulai terlihat pekat dan kualitas udara memburuk, orangtua sebaiknya segera membatasi aktivitas anak di luar rumah. Menutup pintu dan jendela serta menyiapkan satu ruangan dengan udara yang lebih bersih dapat membantu mengurangi paparan asap di dalam rumah.
Anak termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak asap kebakaran hutan dibandingkan orang dewasa. Risiko tersebut juga dapat meningkat pada anak yang memiliki asma atau gangguan kesehatan kronis karena paparan asap berpotensi memperburuk gejala pernapasan, sebagaimana dijelaskan dalam panduan kesehatan kebakaran hutan dari Centers for Disease Control and Prevention atau CDC.
Karena itu, memantau kualitas udara menjadi langkah penting sebelum anak diperbolehkan bermain atau beraktivitas di luar rumah. Jika anak harus keluar, penggunaan pelindung pernapasan yang sesuai ukuran dan nyaman dapat dipertimbangkan, terutama bagi anak berusia dua tahun ke atas, sesuai anjuran CDC.
Meski begitu, orangtua perlu memahami bahwa tidak semua jenis masker mampu menyaring partikel halus dari asap kebakaran. Masker kain, masker bedah, bandana, maupun kain basah tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap asap, sehingga pemilihan pelindung pernapasan harus dilakukan secara tepat.
Perlindungan juga perlu dilakukan di dalam rumah dengan menghindari aktivitas yang menghasilkan polusi tambahan, seperti merokok, membakar sesuatu, menggoreng, atau menggunakan peralatan yang menghasilkan asap. Panduan keselamatan CDC juga menyarankan penggunaan penyaring udara portabel atau sistem pendingin dengan filter efisien untuk membantu mengurangi partikel asap di dalam ruangan.
Orangtua juga perlu mengenali tanda ketika paparan asap mulai mengganggu kesehatan anak. Batuk yang terus-menerus, sesak napas, atau kesulitan bernapas menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan dan memerlukan pertolongan medis segera. Dengan mengurangi paparan, menjaga kualitas udara dalam rumah, serta memantau kondisi kesehatan anak, risiko gangguan akibat asap kebakaran dapat ditekan. (AS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....