Dinkes Bukittinggi Perkuat Nakes Puskesmas Sebagai Pembina Kader Posyandu ILP
- 21 Agt 2026 09:50 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - seiring dengan integrasi pelayanan kesehatan primer, peran Tenaga kesehatan di puskesmas sangat krusial sebagai pembina dan pendamping utama kader Posyandu di wilayah kerja. Agar pembinaan Posyandu berjalan optimal, terstandar dan sesuai dengan regulasi terbaru (termasuk penerapan posyandu siklus hidup /ILP), maka Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi mengadakan kegiatan Orientasi Pembinaan Posyandu ILP Bidang Kesehatan.

Kegiatan yang dibuka oleh kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Riyani. SKM, M.Kes yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi diikuti oleh 82 tenaga kesehatan puskesmas dan petugas poskeskel se-kota Bukittinggi, tanggal 19-22 Agustus 2026 di Grand Rocky Hotel Bukittinggi.
Riyani menjelaskan, penerapan ILP membawa perubahan mendasar dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Jika sebelumnya keberadaan Posyandu melayani berdasarkan program, namun setelah bertransformasi menjadi posyandu ILP pelayanan diperluas berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi sampai lanjut usia” ujar Riyani.
| Baca juga: Penggunaan Obat Rasional dalam Swamedikasi |

Selain memberikan pelayanan di Posyandu, kader juga diarahkan melakukan kunjungan rumah kepada seluruh anggota keluarga di wilayahnya. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Hasil kunjungan rumah dilaporkan kepada Puskesmas melalui Petugas pembina wilayah. Kemudian Data tersebut menjadi bahan evaluasi secara berkala mulai dari tingkat posyandu hingga Puskesmas.
Dalam kegiatan pembinaan ini, terdapat sejumlah penekanan yang perlu menjadi perhatian bersama. Di antaranya tenaga kesehatan Puskesmas sebagai fasilitator dan mentor utama dituntut mampu melakukan perencanaan, melaksanakan, serta mengorientasikan pembinaan kader posyandu di wilayah kerjanya, memastikan ketersediaan rujukan, melakukan supervisi fasilitatif serta membina kader dalam pencatatan dan pelaporan data kesehatan wilayahnya masing-masing.
Selain itu, Tenaga kesehatan puskesmas didorong mampu merancang skema kunjungan rumah, menggunakan data Posyandu sebagai dasar monitoring wilayah serta melakukan penyelarasan data dan advokasi bersama pemerintah kelurahan.
Berdasarkan laporan Puskesmas, terdapat 140 Posyandu di Kota Bukittinggi. Dari 953 kader kesehatan yang ada, sebanyak 649 kader telah mendapatkan pelatihan dan penilaian tingkat kecakapan. Dengan hasil sebanyak 389 kader dengan tingkat kecakapan Purwa, 262 kader tingkat Madya, dan 53 kader tingkat Utama.
Riyani menyebut masih terdapat kader yang belum dilakukan asesmen dan mendapatkan pelatihan. Karena itu, pembinaan akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh kader dipastikan memiliki 25 kompetensi kader yang dibutuhkan.
Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi menargetkan seluruh Posyandu di daerah tersebut telah menerapkan konsep ILP pada akhir Desember 2026.
Transformasi ini diharapkan mampu mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan deteksi dini, pemantauan, intervensi serta tindak lanjut guna mengatasi masalah kesehatan masyarakat di Kota Bukittinggi. (JM/RRI BKT)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....