Perokok Pasif Menghirup Uap Vape, Berbahayakah?
- 10 Agt 2026 08:27 WIB
- Bukittinggi
RRI. CO.ID, Bukittinggi - Vape sering dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional, tetapi uap atau aerosol yang dihasilkan tetap dapat mengandung berbagai zat kimia. Orang di sekitar pengguna vape juga dapat ikut menghirup aerosol tersebut sehingga berpotensi mengalami dampak terhadap kesehatan.
Aerosol vape dapat mengandung nikotin, partikel sangat halus, senyawa organik volatil, serta berbagai bahan kimia lainnya. Kandungan tersebut dapat berbeda-beda tergantung jenis perangkat, cairan vape, dan cara penggunaannya.
Paparan aerosol vape terhadap orang lain sering disebut sebagai paparan pasif atau secondhand exposure. Meskipun jumlah zat yang terhirup biasanya lebih rendah dibandingkan pengguna langsung, paparan berulang tetap bukan berarti sepenuhnya bebas risiko.
Nikotin dalam aerosol vape menjadi salah satu perhatian utama karena zat ini dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Orang yang tidak menggunakan vape sebaiknya tetap menghindari paparan aerosol, terutama jika terjadi terus-menerus di ruangan tertutup.
Partikel halus dari aerosol juga dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup. Paparan tersebut berpotensi menyebabkan iritasi, terutama pada orang yang memiliki saluran pernapasan sensitif.
Risiko paparan menjadi lebih besar ketika vape digunakan di dalam ruangan dengan ventilasi buruk. Semakin sering dan semakin lama seseorang berada di lingkungan tersebut, semakin besar pula peluang terpapar berbagai komponen aerosol.
Anak-anak dan kelompok rentan perlu mendapatkan perhatian khusus karena sistem pernapasan mereka dapat lebih sensitif terhadap polutan udara. Karena itu, menggunakan vape di dekat anak-anak sebaiknya dihindari meskipun vape menghasilkan aerosol yang berbeda dari asap rokok.
Selain nikotin, aerosol vape dapat membawa senyawa yang berasal dari pemanasan cairan dan komponen perangkat vape. Beberapa zat tersebut dapat mengiritasi jaringan pernapasan sehingga kebiasaan vaping sebaiknya tidak dilakukan di ruang bersama.
Penting dipahami bahwa istilah “uap” pada vape sebenarnya kurang tepat karena yang dihasilkan adalah aerosol berupa campuran partikel dan zat kimia. Oleh sebab itu, menganggap aerosol vape hanya sebagai uap air yang tidak berbahaya dapat menimbulkan kesalahpahaman mengenai risikonya.
Kesimpulannya, perokok pasif yang menghirup aerosol vape tetap dapat mengalami paparan zat yang berpotensi mengganggu kesehatan, meskipun risikonya dapat berbeda dari paparan asap rokok. Membatasi penggunaan vape di ruang tertutup dan menjauhkannya dari orang lain merupakan langkah bijak untuk mengurangi paparan yang tidak diperlukan. (MU/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....