Menyusui hingga Dua Tahun Perlu Dukungan Semua Pihak
- 03 Agt 2026 08:26 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bagi banyak ibu, tantangan menyusui tidak berhenti ketika bayi berusia enam bulan. Justru saat anak mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI), tidak sedikit ibu yang menghadapi tekanan untuk segera menghentikan pemberian ASI.
Padahal, para ahli kesehatan masih merekomendasikan agar proses menyusui dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun atau lebih.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Organisasi tersebut menilai kampanye menyusui di Indonesia masih terlalu sering berhenti pada pesan "ASI eksklusif selama enam bulan".
Akibatnya, banyak masyarakat menganggap masa menyusui selesai setelah bayi mulai mengonsumsi MPASI, padahal perjalanan ibu menyusui sebenarnya masih terus berlanjut.
Menurut AIMI, pesan mengenai ASI eksklusif memang sangat penting, tetapi seharusnya menjadi awal dari edukasi, bukan tujuan akhirnya. Setelah enam bulan, anak tetap membutuhkan ASI sebagai pendamping makanan utama. Karena itu, dukungan kepada ibu menyusui perlu terus diberikan, baik melalui edukasi, kebijakan, maupun lingkungan yang lebih ramah terhadap ibu dan anak.
Organisasi tersebut juga menyoroti masih adanya stigma yang dialami ibu ketika memilih menyusui anak di atas usia satu tahun. Tidak sedikit yang mendapat komentar bahwa anak sudah terlalu besar untuk menyusu, meski praktik tersebut justru sesuai dengan anjuran kesehatan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai manfaat menyusui jangka panjang masih perlu diperkuat.
AIMI berharap pemerintah dapat memperluas narasi kampanye menyusui sehingga tidak hanya menekankan pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan, tetapi juga mengajak masyarakat mendukung ibu untuk terus menyusui hingga dua tahun atau lebih.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, ibu dapat menjalani proses menyusui dengan lebih percaya diri, sementara anak tetap memperoleh manfaat gizi dan perlindungan kesehatan selama masa pertumbuhannya. (AS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....