Tidak Semua Vitamin Cocok Dikonsumsi dalam Waktu Bersamaan
- 03 Agt 2026 08:23 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Mengonsumsi vitamin dan suplemen telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang untuk menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Namun, tidak semua vitamin dapat dikonsumsi secara bersamaan.
Selain jenis dan dosis, waktu konsumsi juga memengaruhi seberapa baik tubuh menyerap nutrisi tersebut. Jika dikombinasikan secara kurang tepat, manfaat suplemen justru dapat berkurang, bahkan berpotensi menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah interaksi antarvitamin dan zat gizi. Sebagai contoh, vitamin C dapat mengganggu penyerapan vitamin B12 apabila diminum dalam waktu yang bersamaan. Karena itu, para ahli menyarankan agar kedua suplemen tersebut dikonsumsi dengan jeda sekitar dua jam sehingga masing-masing dapat diserap tubuh secara optimal.
Hal serupa juga berlaku pada vitamin A. Vitamin yang larut dalam lemak ini akan disimpan di dalam tubuh sehingga konsumsi berlebihan, terutama jika disertai makanan yang kaya vitamin A seperti hati, berisiko menyebabkan penumpukan.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan tulang dan meningkatkan risiko tertentu, khususnya pada ibu hamil.
Interaksi nutrisi juga dapat terjadi antara asam folat atau vitamin B9 dengan vitamin B12. Asupan asam folat dalam jumlah tinggi berpotensi menutupi gejala kekurangan vitamin B12 sehingga kondisi tersebut terlambat terdeteksi.
| Baca juga: Makanan Tidak Sehat, dan Beragam Jenisnya |
Sementara itu, vitamin E dosis tinggi dapat mengurangi fungsi vitamin K yang berperan penting dalam proses pembekuan darah, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Tak hanya vitamin, minuman tertentu juga dapat memengaruhi penyerapan nutrisi. Kandungan senyawa dalam teh hijau, misalnya, dapat menghambat penyerapan zat besi di saluran pencernaan apabila dikonsumsi secara bersamaan.
Akibatnya, tubuh tidak memperoleh manfaat maksimal dari zat besi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah.
Oleh karena itu, mengonsumsi suplemen sebaiknya tidak hanya mengikuti tren atau kebiasaan. Memahami cara kerja masing-masing vitamin, memperhatikan jeda waktu konsumsi, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Apabila rutin mengonsumsi beberapa jenis suplemen atau obat merupakan langkah penting agar manfaat yang diperoleh benar-benar optimal dan tetap aman bagi kesehatan. (AS/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....