Pentingnya Membeli Obat pada Sarana Distribusi Resmi

  • 28 Jul 2026 07:38 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kemudahan transaksi digital saat ini memicu maraknya peredaran obat-obatan yang dijual secara bebas di media sosial. Hal tersebut memicu kekhawatiran karena rantai distribusi obat tidak dapat dipantau secara kasat mata.

Apoteker Amrina Rasda, S.Farm. saat berdialog pada program Generasi Sehat di Programa 1 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi, mengingatkan bahwa komoditas obat memiliki karakteristik penanganan yang sangat sensitif. Tanpa sistem penyimpanan yang tepat, zat aktif di dalam obat dapat mengalami kerusakan struktur kimia.

"Obat ini dalam kondisi kecil berefek sebagai obat, tapi kalau tidak sesuai bisa bersifat racun, Zat kimia obat berpotensi berubah menjadi toksik jika terpapar suhu panas atau cahaya matahari langsung." papar Amrina.

Sarana resmi seperti apotek dan toko obat berizin memiliki standar ketat dalam menjaga rantai dingin produk. Distribusi obat diatur khusus melalui Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang mengantongi sertifikat resmi.

"Lewat PBF ini mutu dari obat itu bakal terjamin karena diperlakukan sesuai cara seharusnya," tambahnya.

Amrina Rasda mengimbau agar masyarakat diminta cerdas memilih tempat pembelian demi mendapatkan khasiat penyembuhan yang optimal dan aman. (DR/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....