Cek Fakta Medis Seputar Kelainan Minus Mata
- 27 Jul 2026 22:10 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Berbagai mitos seputar kesehatan mata dan penggunaan kacamata masih berkembang luas di tengah masyarakat. Salah satunya adalah anggapan bahwa menonton televisi terlalu dekat dapat memicu mata minus.
Dokter Spesialis Mata, dr. Romi Yusardi, Sp.M., M.H. saat berdialog program Generasi Sehat di Programa 1 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi, meluruskan bahwa anggapan tersebut adalah mitos terbalik. Anak-anak mendekati televisi justru karena kondisi mata mereka sudah telanjur minus tinggi.
"Orang yang minusnya tinggi, jarak bacanya terpaksa didekatkan agar kelihatan," tutur dr. Romi.
Menurutnya, perubahan ukuran minus sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan panjang bola mata manusia. Proses pertumbuhan organ penglihatan tersebut umumnya akan berhenti pada usia 21 hingga 22 tahun.
Terkait konsumsi wortel, dr. Romi membenarkan khasiatnya namun dengan pemahaman medis yang tepat. Kandungan vitamin A berfungsi memperbaiki sensitivitas penglihatan, bukan menyembuhkan kelainan fokus lensa.
"Wortel merubah efisiensi saat cahaya gelap, jadi melihat lebih terang, bukan lebih tajam," jelasnya.
Beliau juga menegaskan kacamata tidak berfungsi menambah ataupun mengurangi ukuran minus seseorang. Edukasi ini diharapkan dapat meluruskan salah kaprah masyarakat dalam menjaga kesehatan mata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....