Apa Itu Kutu Air

  • 27 Jul 2026 10:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kutu air, yang juga dikenal sebagai tinea pedis atau athlete’s foot, merupakan suatu infeksi jamur menular yang umumnya timbul pada kulit kaki, terutama di sela-sela jari kaki. Ini adalah dermatofitosis yang paling umum yang disebabkan oleh kondisi lembap pada kaki karena keringat yang memfasilitasi pertumbuhan jamur.

Kutu air bisa muncul sebagai salah satu dari empat bentuk klinis berikut, atau dalam kombinasi:

  • Hiperkeratosis kronis, jenis kutu air yang disebabkan oleh infeksi jamur bernama Trichophyton rubrum yang ditandai dengan pola lesi yang khas dan menyebabkan munculnya sisik dan penebalan telapak kaki.

  • Intertriginosa kronis, jenis ini ditandai dengan terbentuknya sisik, eritema dan erosi kulit.

  • Ulseratif akut, paling sering disebabkan oleh T. mentagrophytes var. Interdigitale. Jenis kutu air ini biasanya ditandai dengan munculnya lepuhan berisi cairan di ruang antar jari kaki.

  • Vesikobulosa, kutu air yang menyebabkan munculnya kantung berongga (bula) pada lapisan kulit di area telapak kaki.

Kutu air berisiko tinggi dialami oleh orang yang kurang menjaga kebersihan kaki, jarang mengganti kaus kaki, dan sering menggunakan sarana publik seperti pemandian umum. Masalah kesehatan ini harus segera ditangani dengan tepat, karena dapat memburuk dan menyebar ke bagian tubuh yang lain, serta menyebabkan peradangan pada kelenjar getah bening.

Kutu air disebabkan oleh apa? Penyebab kutu air atau tinea pedis adalah berbagai jenis jamur, namun penyebab yang paling umum ditemui adalah jenis dermatophytes, yaitu jenis jamur yang juga menjadi penyebab kurap. Jenis jamur ini hidup di lingkungan yang bersuhu hangat dan lembap, seperti kamar mandi dan kolam renang.

Berikut tiga jamur dermatofit yang paling umum menyebabkan kutu air:

  • Trichophyton (T.) rubrum.

  • T. interdigitale, sebelumnya disebut T. mentagrophytes var. Interdigital.

  • Epidermophyton floccosum.

Penularan jamur ini dapat melalui sentuhan langsung dengan kulit yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi. Selanjutnya, jamur kutu air akan menetap dan berkembang biak pada permukaan kulit, dan dapat masuk ke dalam kulit dan menimbulkan infeksi, jika terdapat celah pada kulit.

Penanganan kutu air dapat dengan pemberian krim antijamur yang dijual bebas di pasaran, seperti Miconazole, econazole atau Clotrimazole, pengobatan dengan krim antijamur ini dapat berlangsung selama 2-4 minggu. Jika gejala tidak membaik, umumnya dokter akan memberikan krim antijamur lain yang tidak dijual bebas, seperti terbinafine, tolnaftate, atau itraconazole atau obat antijamur oral berbentuk tablet.

(ALT/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....