Sterilisasi Kucing Langgar Hak Alami Hewan adalah Mitos
- 27 Jul 2026 10:02 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Mitos mengenai tindakan sterilisasi kucing yang dianggap melanggar hak alami satwa masih berkembang subur di tengah masyarakat. Pemikiran keliru tersebut hingga kini menjadi kendala terbesar bagi program pembatasan populasi kucing jalanan.
Padahal secara ilmiah siklus reproduksi hewan mamalia sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan kebutuhan biologis manusia. Kucing yang tidak disteril justru rentan mengalami stres luar biasa akibat siklus birahi yang terus berulang.
Dalam program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi, drh. Loli Amalia memaparkan fakta matematis yang cukup mencengangkan terkait laju perkembangbiakan satwa berbulu ini.
"Sepasang kucing yang dibiarkan kawin tanpa kontrol bisa menghasilkan puluhan ribu keturunan dalam lima tahun," tegasnya.
Ledakan jumlah kelahiran yang tidak terkendali inilah yang menjadi akar utama maraknya kasus pembuangan bayi kucing. Anak-anak kucing yang baru lahir sering kali dibuang ke tempat sampah dalam kondisi sangat mengenaskan.
"Prosedur medis ini terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup serta memperpanjang usia harapan hidup anabul atau anak bulu, Tindakan sterilisasi massal sejatinya merupakan bentuk nyata dari pemenuhan aspek kesejahteraan hewan," sambungnya lagi.
Masyarakat luas diimbau untuk mulai membuka diri terhadap edukasi kedokteran hewan mengenai pentingnya operasi sterilisasi. Menghilangkan mitos buruk ini akan membantu menyelamatkan ribuan nyawa kucing dari penderitaan di jalanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....